Delegasi Tinggalkan Sidang PBB Saat Netanyahu Berpidato

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 16:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah besar delegasi meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB sebagai bentuk protes ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu naik ke podium untuk menyampaikan pidato dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Sejumlah besar delegasi meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB sebagai bentuk protes ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu naik ke podium untuk menyampaikan pidato dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81. (Antara)

Ntvnews.id, PBB - Sejumlah besar delegasi meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menyampaikan pidato dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81.

Dalam pidatonya, Netanyahu membela operasi militer Israel di Gaza dan sejumlah wilayah lain di kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan ketika kritik internasional terhadap Israel serta isolasi diplomatik yang dihadapinya terus meningkat.

Netanyahu juga menanggapi tuduhan genosida di Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak melakukan tindakan tersebut, dengan mengatakan, "tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida."

Selain itu, Netanyahu menuding sejumlah negara, termasuk beberapa negara Eropa Barat, "menyerah kepada massa antisemit" karena dinilai tidak memberikan dukungan kepada Israel.

Baca Juga: Presiden Palestina Abbas Sampaikan Pidato di Sidang PBB Secara Virtual, PM Israel Netanyahu Hadir Langsung

Ketika Netanyahu mulai berbicara di hadapan Majelis Umum PBB, puluhan delegasi terlihat meninggalkan ruangan. Aksi tersebut membuat sejumlah besar kursi di ruang sidang menjadi kosong.

Netanyahu kemudian mengecam para pengkritiknya yang menurutnya menyebarkan kebohongan mengenai Israel. Ia menyebut delegasi yang memilih meninggalkan ruangan sebagai "pengecut moral."

Pada hari yang sama, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato melalui video yang telah direkam sebelumnya. Dalam pidatonya, Abbas memperingatkan bahwa keberadaan rakyat Palestina berada dalam ancaman dan solusi dua negara semakin melemah.

Abbas mengatakan warga Palestina di Gaza menghadapi pembunuhan, kehancuran, kelaparan, upaya pengusiran paksa, serta apa yang disebutnya sebagai "perang genosida." Sementara itu, ia menyebut perluasan permukiman Israel di Tepi Barat terus berlangsung.

Baca Juga: AS Kembali Tolak Visa Presiden Palestina Mahmoud Abbas Jelang Sidang PBB

"Bahayanya tidak lagi terbatas pada melemahkan solusi dua negara dan mencegah terwujudnya negara Palestina, tetapi mengancam keberadaan rakyat Palestina itu sendiri," ujar Abbas.

Ia juga memperingatkan mengenai kebijakan Israel dengan mengatakan, "Ekstremisme Israel memperluas proyek kolonialnya untuk menciptakan apa yang disebut Israel Raya."

Abbas kemudian menyerukan peningkatan upaya internasional untuk mempertahankan solusi dua negara. Menurut dia, pendudukan militer maupun terorisme pemukim tidak dapat menjadi jalan menuju penyelesaian konflik tersebut.

Dalam pidatonya, Abbas turut mengkritik keputusan Amerika Serikat yang kembali menolak visa bagi delegasi Palestina untuk tahun kedua berturut-turut. Ia meminta Washington mencabut sanksi dan pembatasan yang diberlakukan terhadap Palestina.

Abbas juga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang telah melarang produk dari permukiman Israel. Ia sekaligus mendesak Washington memenuhi komitmennya untuk mencegah aneksasi wilayah Palestina.

"Kami tidak akan meninggalkan tanah air kami, kami tidak akan menerima pengusiran, kami tidak akan membiarkan siapa pun menentukan masa depan kami atas nama kami," ujarnya.

Di luar kompleks markas besar PBB, ratusan demonstran turut berkumpul. Mereka memprotes kehadiran Netanyahu sekaligus menyatakan dukungan kepada rakyat Palestina.

(Sumber: Antara)

x|close