Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan pentingnya UNRWA menjalankan mandatnya secara penuh dan efektif. Menurut dia, keberlangsungan bantuan badan PBB tersebut sangat penting bagi jutaan pengungsi Palestina.
Hal itu disampaikan Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri untuk Mendukung UNRWA di Markas Besar PBB, New York, Jumat, 25 September 2026.
“UNRWA harus dapat melaksanakan mandatnya secara penuh dan efektif karena jutaan pengungsi Palestina bergantung pada bantuannya,” kata Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri untuk Mendukung UNRWA di Markas Besar PBB di New York sebagaimana dipantau di Jakarta, Jumat.
Sugiono menyebut UNRWA kini menghadapi tekanan yang semakin besar, baik dari sisi politik maupun keuangan. Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap personel dan fasilitas UNRWA perlu dijamin, bersamaan dengan kepastian pendanaan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi.
Baca Juga: Menlu Sugiono Gelar Pertemuan Bilateral dengan Menlu Jerman, Inggris hingga Belanda
Ia juga menyoroti penyitaan Pusat Pelatihan UNRWA di Kalandia, wilayah pendudukan Yerusalem Timur. Menurut Sugiono, tindakan tersebut menghambat kegiatan operasional UNRWA dan bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap fasilitas PBB berdasarkan hukum internasional.
“Tindakan tersebut menghambat operasional Badan dan melanggar prinsip tidak dapat diganggunya kekebalan dan keutuhan fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa berdasarkan hukum internasional. Situasi ini tidak boleh terus berlanjut,” ujarnya.
Indonesia, kata Sugiono, akan tetap memberikan dukungan kepada UNRWA. Pada tahun ini, Indonesia kembali memberikan kontribusi tahunan sebesar 1,2 juta dolar AS untuk badan tersebut.
Sugiono turut mengajak negara-negara lain memperkuat dukungan kepada UNRWA agar keberlangsungan pelaksanaan mandat badan tersebut dapat terjaga.
Baca Juga: Di High-Level Week PBB, Menlu Sugiono Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia
"Yang dibutuhkan sekarang adalah penghormatan penuh terhadap mandat UNRWA, yang didukung oleh komitmen bersama untuk mempertahankan kerja badan tersebut," katanya.
Selain persoalan pendanaan dan dukungan operasional, Sugiono menilai kredibilitas serta integritas UNRWA perlu dijaga dari disinformasi dan berbagai upaya yang dapat melemahkan pelaksanaan tugas badan tersebut.
“Indonesia akan terus berdiri bersama UNRWA dan mendukung mandat yang telah dipercayakan kepadanya,” kata Sugiono.
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar Menteri Luar Negeri Republik Indonesia saat berbicara dalam Pertemuan Tingkat Menteri untuk Mendukung UNRWA di Markas Besar PBB di New York sebagaimana dipantau di Jakarta, Jumat, 25 September 2026. (Antara)