Netanyahu Sebut Pilot 'Flydubai' Hendak Jatuhkan Pesawat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Okt 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 24 September 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 24 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Penerbangan Flydubai dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Israel secara mendadak dialihkan ke Arab Saudi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan salah satu pilot diduga berupaya menjatuhkan pesawat bersama seluruh penumpangnya.

Dilansir dari AFP, Kamis, 1 Oktober 2026, sejumlah penumpang memberikan kesaksian yang serupa terkait kericuhan di dalam pesawat. Mereka menyebut terjadi perebutan kendali setelah pesawat tiba-tiba menukik dan kehilangan ketinggian sekitar 17.000 kaki hanya dalam waktu satu menit, berdasarkan data situs pelacakan penerbangan Flightradar24.

Maskapai Flydubai memastikan seluruh 174 penumpang berada dalam kondisi selamat. Dari jumlah tersebut, 166 orang merupakan warga Israel. Meski demikian, pihak maskapai mengatakan belum mengetahui penyebab terjadinya keributan di dalam pesawat.

Seorang penumpang mengatakan kepada AFP bahwa rombongan tersebut kemudian meneruskan perjalanan menuju Tel Aviv setelah sempat menunggu di Tabuk, Arab Saudi.

"Selama penerbangan, saat mereka mendekati negara tujuan, salah satu pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya mencoba menjatuhkan pesawat beserta seluruh orang di dalamnya," ujar Netanyahu dalam sebuah pesan video.

Baca Juga: Netanyahu Diam-diam Bertemu MBZ di UEA, Apa yang Dibicarakan?

Netanyahu juga mengaku telah berbicara dengan seorang penumpang asal Israel yang masuk ke kokpit ketika pesawat mulai kehilangan ketinggian. Penumpang tersebut disebut bergulat dengan pilot yang diduga berupaya menjatuhkan pesawat.

"Saya memberikan penghormatan kepada para pahlawan ini, yang menunjukkan kecerdikan dan keberanian luar biasa. Mereka menyelamatkan banyak nyawa; mereka mencegah terjadinya bencana besar," kata Netanyahu.

Menurut keterangan Flydubai, penerbangan tersebut dialihkan menuju Tabuk sekitar pukul 09.45 waktu setempat. Kapten dan kopilot ditemukan mengalami luka-luka dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kesaksian Penumpang

Seorang penumpang bernama Miryam Shira Ohayon mengatakan pesawat hampir kehilangan kendali ketika insiden penusukan terjadi di wilayah udara Yordania dalam perjalanan dari Dubai menuju Tel Aviv.

"Kopilot mencoba membunuh pilot dan pada dasarnya melakukan aksi bunuh diri menggunakan pesawat tersebut," ujarnya kepada wartawan melalui sambungan telepon yang dipegang oleh ibunya yang menunggu kedatangannya di Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv.

"Pesawat itu benar-benar nyaris jatuh, dan hanya berkat kesigapan banyak orang yang berhasil mengendalikan kopilot serta melumpuhkannya, situasi bisa teratasi," katanya.

"Ada juga seorang dokter yang memberikan pertolongan pertama, serta orang-orang yang merawat keduanya. Selain pilot, tidak ada korban luka lain, namun ketakutan terbesar saat itu adalah pesawat akan jatuh-yang memang merupakan tujuan tindakan pelaku," tambahnya.

Ilustrasi Pesawat <b>(Istimewas)</b> Ilustrasi Pesawat (Istimewas)

Video dari dalam pesawat yang kemudian diunggah ulang oleh pengguna media sosial Israel memperlihatkan seorang penumpang dengan darah mengalir dari luka terbuka di kepalanya meminta pertolongan. Ia mengatakan pesawat sedang menuju Arab Saudi, negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Kami sedang mengalami serangan di dalam pesawat. Kami baru saja melumpuhkan teroris tersebut dan bersiap untuk mendarat," ujar pria itu dalam bahasa Ibrani.

"Siapa pun yang mendengar saya, kami butuh bantuan. Kami akan mendarat di Tabuk, yang tampaknya berada di Arab Saudi. Sebuah wilayah yang asing. Semua penumpang selamat dan baik-baik saja, kecuali pilot. Kami butuh bantuan," kata pria tersebut.

Yasmin Abukasis, ibu Miryam Shira Ohayon, mengatakan putrinya melakukan perjalanan menggunakan penerbangan tersebut untuk menghadiri upacara peringatan bagi saudara laki-lakinya yang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

"(Putri saya) mengira mereka akan mati," ujar Abukasis kepada AFP. Ia juga mengatakan seorang perempuan sempat "pergi ke arah (kokpit) dan melihat banyak darah". Menurutnya, terdapat dua pilot lain di dalam pesawat yang kemudian mengambil alih kendali dan mengarahkan penerbangan menuju Arab Saudi.

TERKINI

Load More
x|close