BNPB Ungkap Sejumlah Destinasi Wisata Flores Ditutup Sementara Usai Gempa M7,7

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 14:28
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sejumlah wisatawan menumpang perahu sekoci menuju kapal pinisi untuk melanjutkan perjalanan wisata ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 17 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah memastikan sektor pariwisata di destinasi super prioritas (DPSP) Labuan Bajo aman untuk dikunjungi pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sejumlah wisatawan menumpang perahu sekoci menuju kapal pinisi untuk melanjutkan perjalanan wisata ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 17 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah memastikan sektor pariwisata di destinasi super prioritas (DPSP) Labuan Bajo aman untuk dikunjungi pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kebijakan itu dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan serta memeriksa kondisi infrastruktur di lokasi terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penutupan diberlakukan pada sejumlah objek wisata yang masih membutuhkan pemeriksaan dan pemulihan infrastruktur.

"Beberapa tempat wisata saat ini masih ditutup untuk sementara, seperti Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende," kata Berton dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut Berton, informasi mengenai pembukaan kembali destinasi wisata akan disampaikan oleh otoritas pariwisata daerah. Pembukaan dilakukan setelah petugas menyelesaikan penanganan serta memastikan kondisi keamanan di setiap lokasi.

Baca JugaPascagempa NTT, Kementerian PU Pastikan Jalur Trans Flores Sudah Bisa Dilalui

Di sisi lain, kegiatan wisata di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo dan wilayah sekitarnya masih berjalan seperti biasa. Destinasi tersebut tetap dapat dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara dan tidak dilaporkan mengalami insiden.

BNPB mencatat delapan objek daya tarik wisata mengalami kerusakan ringan akibat gempa. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas akomodasi pariwisata.

Data BNPB menunjukkan dua hotel dan tiga pondok tinggal (homestay) mengalami kerusakan berat. Selain itu, terdapat 10 hotel dan lima homestay yang mengalami kerusakan ringan di sejumlah kabupaten terdampak, termasuk Nagekeo.

"Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kelayakan infrastruktur pariwisata adalah prioritas," kata Berton.

Baca JugaBMKG Ungkap Kondisi Terkini NTT, 1.598 Gempa Susulan Tercatat Pascagempa M 7,7

Sebelumnya, BNPB melaporkan lebih dari 5.000 warga mengungsi akibat gempa bermagnitudo 7,7. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri, sementara lainnya berada di posko pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Pendataan petugas gabungan di lapangan mencatat 914 rumah mengalami kerusakan berat, 126 rumah rusak sedang, dan 317 rumah rusak ringan akibat guncangan gempa.

Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik. BNPB mencatat 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah mengalami kerusakan.

Hingga Senin, 17 Agustus 2026, BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Korban berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 orang, Manggarai Timur 24 orang, Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, Manggarai Barat dua orang, dan Ngada dua orang.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close