Aksi Kapolri Temui Buruh Pendemo DPR Disorot

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Okt 2026, 15:28
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama pimpinan DPR dan buruh. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama pimpinan DPR dan buruh. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Polisi Watch, Weliari, S.H., yang akrab disapa Willy, mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang turun langsung menemui massa buruh saat aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurut Willy, kehadiran langsung Kapolri di tengah massa menunjukkan sebuah bukti dari program yang digencarkan melalui simbolis "Polisi bersama Masyarakat" dengan pola kepemimpinan yang lebih terbuka, humanis, dan tidak berjarak dengan masyarakat.

“Ini langkah positif. Kapolri tidak hanya memantau dari ruang komando, tetapi hadir dan berdialog langsung dengan masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ini adalah bukti nyata program yang disampaikan beliau 'Polisi bersama Masyarakat',” kata Willy, Rabu, 7 Oktober 2026.

Willy menilai sikap tersebut penting karena demonstrasi merupakan bagian dari hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Tugas kepolisian, kata dia, bukan sekadar mengamankan aksi, melainkan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan proporsional.

Ia juga menyoroti informasi bahwa Suyudi datang menggunakan kendaraan patwal menuju Gedung DPR RI, sebelum akhirnya menemui massa bersama pimpinan DPR dan tokoh buruh. Menurut Willy, langkah itu memiliki makna simbolik bahwa pimpinan tertinggi Polri bersedia turun langsung melihat situasi lapangan.

Willy menyampaikan, bahwa langkah tersebut merupakan yang pertama dilakukan Kapolri di Jakarta, yang sebelumnya pernah dilakukan Jenderal Tito Karnavian saat dalam kunjungan kerjanya ke daerah kepulauan terpencil, tepatnya di wilayah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau pada tahun 2016.

Jenderal Tito Karnavian pernah menaiki sepeda motor saat menjalankan tugasnya sebagai pimpinan Polri. Uniknya, dalam momen kunjungan tersebut beliau sempat dibonceng oleh kapolsek setempat menggunakan motor dinas untuk menembus akses jalanan wilayah yang spesifik.

Suyudi sendiri, selain menemui massa buruh, juga meminta mereka menjaga ketertiban. Aksi yang digelar kelompok buruh tersebut berlangsung relatif kondusif.

Willy berharap pendekatan dialogis Suyudi itu tidak berhenti pada satu aksi.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto usai turun dari motor di Gedung DPR. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto usai turun dari motor di Gedung DPR.

“Polri harus konsisten. Hadir ketika masyarakat menyampaikan aspirasi, dengarkan tuntutannya, kemudian kawal sesuai aturan. Inilah wajah kepolisian yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Bagi Polisi Watch, kata Willy, kepemimpinan Polri harus diukur dari keberanian turun ke lapangan, kemampuan berkomunikasi, serta ketegasan menjaga hukum tanpa mengabaikan hak masyarakat.

“Ini momentum membangun kepercayaan publik. Jangan hanya humanis ketika kamera menyala. Pendekatan seperti ini harus menjadi budaya dalam pelayanan kepolisian,” tutup Willy.

Kapolri Minta Serikat Buruh Jaga Ketertiban saat Demo di Depan DPR

Tangkapan layar - Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengucapkan peringatan HUT Ke-81 TNI. <b>(Antara)</b> Tangkapan layar - Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengucapkan peringatan HUT Ke-81 TNI. (Antara)

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meminta kepada sejumlah serikat buruh yang menggelar aksi demonstrasi di depan kompleks parlemen, Jakarta, Selasa untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Dia mengatakan aksi dari berbagai serikat buruh ketika ada pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan di DPR RI itu disaksikan oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, dia meminta buruh menjadi contoh dalam menggelar demonstrasi dengan tertib.

"Walaupun penyampaian pendapat di muka umum itu diatur di Undang-Undang, tetapi yang paling penting kita semua harus menjaga keamanan dan ketertiban," kata Kapolri saat menemui massa aksi.

Dia menyampaikan bahwa kaum buruh kini telah mendapatkan kado yang dinantikan berupa UU Pelindungan Ketenagakerjaan. Hal itu, kata dia, sudah menjadi perhatian dari Presiden Prabowo Subianto agar bisa disahkan pada 2026 ini.

"Selamat. Sekali lagi sukses untuk teman-teman semua. Pesan saya yang terakhir, kembali ke rumah masing-masing dengan tertib," kata dia.

x|close