Ntvnews.id, Berlin - Jerman mencatat angka kematian terkait suhu ekstrem yang mencapai rekor 15.800 orang. Kondisi tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Eropa menghadapi rangkaian gelombang panas dengan intensitas tinggi sepanjang musim panas tahun ini.
Institut Robert Koch (RKI), lembaga kesehatan masyarakat nasional Jerman, menyebut kelompok lanjut usia menjadi yang paling rentan terdampak. Sekitar 9.600 kematian yang berkaitan dengan gelombang panas tercatat hanya dalam satu pekan pada akhir Juni, ketika temperatur di sejumlah wilayah Jerman menembus lebih dari 40 derajat Celsius.
Sementara itu, sekitar 4.000 kematian lainnya yang dikaitkan dengan suhu panas terjadi pada periode akhir Juli hingga pertengahan Agustus. Data tersebut disampaikan RKI dalam pembaruan informasi terbarunya, seperti dilansir dari AFP, Jumat, 28 Agustus 2026,
Gelombang panas yang disertai kekeringan tidak hanya melanda Jerman, tetapi juga sebagian besar kawasan Eropa. Fenomena tersebut turut mendorong peningkatan angka kematian akibat panas, memicu kebakaran hutan, merusak lahan pertanian, serta menyebabkan debit air di sejumlah sungai utama Eropa menurun.
Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem di Korea Selatan Tewaskan 16 Orang
RKI mengatakan pihaknya telah menghimpun data mengenai kematian akibat panas selama 10 tahun terakhir. Sebelum 2026, angka tertinggi tercatat pada 2018 dengan sekitar 8.900 kematian. Sementara laporan lain yang diterbitkan media medis memperkirakan sekitar 10.000 orang meninggal akibat suhu panas pada 1994.
Kelompok berusia di atas 75 tahun disebut sebagai pihak yang paling banyak terdampak. Suhu yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian secara langsung, misalnya akibat serangan panas. Namun, dalam banyak kasus, paparan panas ekstrem menjadi lebih berbahaya bagi orang yang sebelumnya telah memiliki penyakit tertentu.
Kondisi seperti gangguan jantung dan pembuluh darah, penyakit paru-paru, maupun masalah pada ginjal dapat meningkatkan risiko kematian ketika tubuh menghadapi suhu ekstrem.
Untuk memperkirakan jumlah korban, RKI menggunakan pemodelan statistik. Metode tersebut dilakukan dengan membandingkan angka kematian pada pekan-pekan musim panas ketika terjadi gelombang panas dengan periode yang tidak mengalami kondisi tersebut.
Angka terbaru ini menunjukkan dampak serius perubahan pola cuaca ekstrem terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia dan orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Seorang wanita berjalan di bawah sinar matahari saat gelombang panas dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius di Duisburg, Jerman, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)