BGN Tak Paksa Sekolah di Lokasi Karhutla Masuk Demi MBG Tetap Jalan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 09:05
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Temuan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 1.511,55 hektare areal konsesi perkebunan di Pulau Kalimantan oleh Kemenhut. Temuan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 1.511,55 hektare areal konsesi perkebunan di Pulau Kalimantan oleh Kemenhut. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pihaknya tak memaksa atau meminta sekolah di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap masuk, demi tetap berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, BGN mengikuti keputusan pemerintah daerah dalam meliburkan sekolah atau tidak.

"Jadi terkait karhutla di Kalimantan dan di Sumatra, intinya kami mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah. Libur, tidak libur, itu kita ngikuti," ujar Sudaryono di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Sudaryono memastikan BGN tak meminta siswa tetap masuk sekolah saat karhutla, demi tetap berjalannya penyaluran MBG.

"Pertimbangannya apa, kami tidak pernah kemudian memaksa demi MBG walaupun karhutla bukalah sekolah, enggak," kata dia.

Sudaryono menegaskan pihaknya mengikuti keputusan pemerintah daerah terkait libur atau tidaknya sekolah di kawasan terdampak karhutla.

"Intinya serahkan, ya, SMA itu di pemerintah gubernur, kemudian SD, SMP kan di bupati, kami serahkan. Begitu libur, kemudian MBG mengikuti," jelasnya.

Sudaryono pun menyinggung soal adanya kabar siswa atau orang tua yang disebut harus mengambil makanan MBG ketika sekolah diliburkan akibat karhutla.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi lantaran keputusan meliburkan sekolah diumumkan setelah dapur MBG sudah menyelesaikan sebagian proses persiapan makanan.

"Ya kalau di karhutla, intinya kan, bukan gini. Kalau yang karhutla, satu, satu saya mau klarifikasi yang karhutla itu gini. Ada kan katanya karena karhutla kemudian apa, siswanya disuruh ngambil atau orang tuanya disuruh ngambil, itu begini," jelas Sudaryono.

"Karhutla itu kemudian karena ada karhutla, karena ada karhutla itu kemudian sekolahnya libur, tapi diumumkan di saat dapurnya sudah, sudah masak gitu loh," imbuhnya.

Menurut Sudaryono, makanan yang sudah dipersiapkan tersebut tetap harus disalurkan pada hari itu, karena bahan baku telah dibeli dan proses produksi sudah berjalan.

"Sudah beli bahan baku, sudah dicacah, sudah persiapan, sehingga harus dimasak dan kemudian di hari itu diambil. Besoknya sudah enggak ada lagi," tandasnya.

x|close