Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Nagelsmann: Ruang Ganti Penuh Kecewa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 18:27
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pesepak bola tim nasional Paraguay Gustavo Gomez (kedua kanan) merayakan kemenangan adu penalti bersama rekan setimnya seusai mengalahkan Jerman pada pertandingan babak 32 besar antara Jerman melawan Paraguay di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin, 29 Juni 2026. Paraguay berhasil menyingkirkan Jerman lewat drama adu penalti yang berakhir 4-3 setelah bermain imbang 1-1 dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Pesepak bola tim nasional Paraguay Gustavo Gomez (kedua kanan) merayakan kemenangan adu penalti bersama rekan setimnya seusai mengalahkan Jerman pada pertandingan babak 32 besar antara Jerman melawan Paraguay di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin, 29 Juni 2026. Paraguay berhasil menyingkirkan Jerman lewat drama adu penalti yang berakhir 4-3 setelah bermain imbang 1-1 dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pelatih tim nasional Jerman Julian Nagelsmann mengungkapkan suasana ruang ganti timnya dipenuhi rasa kecewa setelah langkah Der Panzer terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Jerman harus mengakui keunggulan Paraguay melalui drama adu penalti di Stadion Boston, Amerika Serikat, Selasa, 30 Juni 2026 WIB.

"Suasana di ruang ganti benar-benar dipenuhi rasa kecewa. Sayangnya, terkadang begitulah sepak bola," kata Nagelsmann, dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa, 30 Juni 2026.

Dalam pertandingan tersebut, Paraguay lebih dulu unggul lewat gol Julio Enciso pada menit ke-42. Jerman kemudian menyamakan kedudukan melalui Kai Havertz pada menit ke-54 sehingga laga berlanjut hingga adu penalti.

Saat babak tos-tosan, Havertz gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya mampu dibaca kiper Paraguay, Orlando Gill. Kegagalan itu kemudian diikuti Nick Woltemade. Meski dua penendang terakhir Paraguay juga gagal mencetak gol, Jerman tetap tak mampu memanfaatkan situasi.

Baca Juga: Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Tersingkir dari Piala Dunia

Pada fase sudden death, Jonathan Tah melepaskan tendangan yang melambung di atas mistar. Sebaliknya, Jose Canale sukses menaklukkan kiper Jerman dan memastikan Paraguay melangkah ke babak 16 besar.

Nagelsmann menilai timnya seharusnya mampu menyelesaikan pertandingan sebelum adu penalti. Ia mengkritik lambatnya proses pembangunan serangan yang membuat Jerman kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

"Kami terlalu lama memaksa lawan untuk mengejar permainan. Kami seharusnya bisa lebih sering mengirim bola ke dalam kotak penalti. Kami harus menyelesaikan pertandingan sebelum harus ditentukan lewat adu penalti. Proses pembangunan serangan kami terlalu lambat," kata Nagelsmann.

Kekecewaan juga dirasakan Havertz yang mengaku sulit menemukan kata-kata setelah gagal membantu negaranya melaju ke fase berikutnya.

Baca Juga: Suporter Jerman Rusuh di Berlin Usai Kalah dari Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Bagi penyerang Arsenal tersebut, ini merupakan penampilan keduanya di Piala Dunia. Namun, seperti edisi sebelumnya, hasil yang diraih kembali jauh dari harapan.

"Saya sedikit kehilangan kata-kata. Ini adalah Piala Dunia kedua saya dan keduanya berakhir tanpa hasil yang kami inginkan. Yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf," kata Havertz.

Hasil ini memperpanjang tren negatif Jerman di ajang Piala Dunia sejak menjuarai turnamen tersebut pada 2014 di Brasil. Setelah meraih gelar juara, Jerman dua kali gagal melewati fase grup sebelum kini tersingkir di babak 32 besar.

Havertz menilai performa timnya sebenarnya tidak buruk dalam beberapa turnamen terakhir. Namun, menurut dia, selalu ada kekurangan yang membuat Jerman gagal melangkah lebih jauh.

"Saya rasa kami tidak bermain buruk di beberapa turnamen terakhir, tetapi selalu ada sesuatu yang kurang. Kali ini pun sama. Kami harus benar-benar melakukan evaluasi terhadap diri sendiri, terutama kami sebagai para pemain. Saya tidak ingin menyalahkan pelatih," tutur dia.

(Sumber: Antara)

x|close