Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai capaian olahraga Indonesia terus mengalami perkembangan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah cabang olahraga yang belum mampu memenuhi target prestasi yang diharapkan.
"Prestasi (olahraga) kita hingga saat ini meningkat, meski memang belum sempurna," kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick ketika menanggapi perkembangan prestasi olahraga nasional dalam momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Menurut Erick, salah satu capaian yang menunjukkan perkembangan olahraga nasional terlihat dari posisi Indonesia yang berada di peringkat kedua SEA Games 2025 dan ASEAN Para Games 2025.
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Tata Kelola Kemenpora Mulai Naik Kelas
Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyebut sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga populer yang mengalami kemajuan. Tim Indonesia berhasil meraih medali emas pada SEA Games 2023.
Perkembangan juga terlihat dari cabang tenis. Sejumlah atlet Indonesia seperti Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi terus berkembang serta mencatatkan prestasi dalam kompetisi internasional.
Di cabang angkat besi, Rizki Juniansyah yang meraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024 juga berhasil memecahkan rekor dunia. Sementara itu, atlet panjat tebing Veddriq Leonardo turut mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Paris.
"Bulu tangkis mulai kembali berprestasi. (Cabang) futsal juga menempati peringkat kedua Asia," katanya.
Baca Juga: Erick Thohir: Timnas Indonesia Bisa Turunkan Pemain Terbaik di FIFA ASEAN Cup
Selain mengejar prestasi atlet, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga melakukan pembenahan terhadap tata kelola pembangunan olahraga dan kepemudaan.
Salah satu perubahan yang dilakukan yakni menyederhanakan 119 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menjadi hanya empat Permenpora.
Erick menjelaskan penyederhanaan regulasi tersebut ditujukan agar perkembangan prestasi dan ekonomi olahraga dapat berjalan bersama. Pemerintah, sektor swasta, serta kemampuan masyarakat dalam membeli produk atau layanan olahraga dinilai perlu saling mendukung.
"Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tidak akan pernah cukup," katanya.
Kemenpora juga mendorong pengembangan wisata olahraga atau sport tourism sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangan sektor tersebut bahkan masuk dalam sektor unggulan Kemenpora untuk periode 2025-2029.
Berbagai kegiatan olahraga, mulai dari lomba lari dan maraton hingga balap motor, diarahkan untuk memperkuat sport tourism sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah dan nasional.
Erick mengatakan pemerintah kini berupaya menerapkan paradigma baru dalam pembangunan olahraga. Olahraga tidak lagi hanya dipandang sebagai sektor yang membutuhkan pembiayaan pemerintah, tetapi juga sebagai bidang yang mampu menciptakan sumber pendapatan.
(Sumber: Antara)
Menpora Erick Thohir (kiri) bersama Sekretaris Kemenpora Suyadi Pawiro (kanan) saat memberikan pemaparan kepada media di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. (Antara)