Hampir 2 Juta Warga China Dievakuasi Gegara Topan Bavi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Topan Ilustrasi Topan (FreePik)

Ntvnews.id, Beijing - Topan Bavi melemah menjadi badai tropis kuat setelah menerjang pesisir timur China pada Minggu, 12 Juli 2026. Kendati intensitasnya menurun, pemerintah setempat tetap mengevakuasi hampir dua juta penduduk yang berada di jalur pergerakan badai sebagai langkah pencegahan.

Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat terjangan badai tersebut.

Dilansir dari Xinhua, Senin, 13 Juli 2026, yang mengutip observatorium meteorologi setempat, Topan Bavi mendarat di Provinsi Zhejiang, China timur, sekitar pukul 23.20 waktu setempat pada Sabtu dengan kecepatan angin mencapai 144 kilometer per jam.

"Wilayah inti yang terdampak mengalami angin kencang dan hujan lebat, dengan limpasan air yang cepat di permukaan tanah serta pohon-pohon di tepi jalan tumbang," demikian laporan China Central Television (CCTV), dikutip France24 pada Minggu.

Pada pukul 05.00 waktu setempat, Administrasi Cuaca China mengumumkan bahwa kekuatan Bavi telah melemah menjadi badai tropis kuat.

Pusat badai berada di sekitar Kota Yiwu dan diperkirakan terus bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan angin hingga 108 kilometer per jam.

Pemerintah Provinsi Zhejiang mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sangat tinggi di kawasan pesisir yang berisiko memicu banjir bandang, meluapnya sungai, gangguan transportasi, hingga genangan di lahan pertanian.

Sebanyak 1,72 juta warga telah dievakuasi hingga Sabtu pagi. Menjelang kedatangan badai, pemerintah juga menghentikan aktivitas sekolah, perkantoran, transportasi, dan kegiatan luar ruangan. Selain itu, lebih dari 400 penerbangan serta puluhan perjalanan kereta api di Zhejiang dibatalkan.

"Pengerahan secara penuh tanpa menghemat upaya maupun biaya dilakukan sepenuhnya untuk mengantisipasi skenario terburuk," demikian pernyataan Pemerintah Kota Wenzhou.

Baca Juga: Topan Bavi Terjang Asia Timur, Longsor di Filipina Tewaskan 15 Orang

Di sejumlah daerah, warga memasang pelindung pada bagian depan toko serta memperkuat jendela sebagai langkah antisipasi menghadapi hujan lebat yang diperkirakan melanda wilayah timur Zhejiang dan timur laut Fujian.

Sebelum mencapai daratan China, Topan Bavi lebih dahulu melintasi wilayah utara Taiwan dan kepulauan di barat daya Jepang. Badai tersebut menumbangkan banyak pohon dan menyebabkan puluhan ribu rumah mengalami pemadaman listrik.

Pekan lalu, wilayah selatan dan tengah China juga dilanda cuaca ekstrem yang mengakibatkan sedikitnya 39 orang meninggal dunia. Bencana tersebut memicu meluapnya puluhan sungai serta menyebabkan sebuah waduk jebol.

Di Beijing, hujan deras memaksa lebih dari 100 ribu orang mengungsi. Pemerintah setempat juga meningkatkan debit pelepasan air dari Waduk Miyun guna mengurangi risiko banjir.

Ilustrasi - Badai topan. ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Badai topan. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Media pemerintah China melaporkan lebih dari 130 ribu warga dievakuasi di Provinsi Fujian, sementara sekitar 34 ribu orang dipindahkan dari kawasan pesisir dan daerah berisiko tinggi di Shanghai.

Sebelumnya, Bavi telah melemah dari status supertopan menjadi topan ketika bergerak melintasi Samudra Pasifik setelah menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara pada Senin, 6 Juli 2026.

Di Filipina, jumlah korban meninggal akibat tanah longsor dan berbagai insiden yang dipicu hujan lebat dari dampak Bavi bertambah menjadi 18 orang, dengan sebagian besar korban berasal dari Pulau Mindanao.

Hampir 11 ribu warga Filipina terpaksa mengungsi, sementara puluhan pelabuhan masih ditutup dan sedikitnya 313 kapal berlindung untuk menghindari terpaan badai.

TERKINI

Load More
x|close