Ntvnews.id, Tokyo - Jepang mengusir dua kapal penjaga pantai China yang memasuki perairan di sekitar kepulauan yang menjadi sengketa antara kedua negara. Peristiwa ini kembali menambah ketegangan hubungan Tokyo dan Beijing yang dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami kemunduran.
Dilansir dari AFP, Rabu, 8 Juli 2026, otoritas Penjaga Pantai Jepang menyebut dua kapal China tersebut mendekati sebuah kapal nelayan Jepang yang sedang beroperasi di kawasan perairan tersebut.
Jepang dan China telah lama berselisih mengenai kedaulatan atas Kepulauan Senkaku, yang oleh China disebut sebagai Diaoyu. Gugusan pulau yang berada di antara Taiwan dan Okinawa itu selama puluhan tahun menjadi sumber ketegangan dalam hubungan bilateral kedua negara.
Situasi semakin memanas setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November tahun lalu menyampaikan pernyataan mengenai Taiwan yang memicu reaksi keras dari pemerintah China.
Sebelumnya, kapal penjaga pantai China juga tercatat memasuki wilayah yang diklaim Jepang pada 10 Juni lalu. Namun, insiden kali ini dinilai berbeda karena kapal-kapal tersebut mendekati kapal nelayan Jepang yang tengah beraktivitas.
Dalam keterangannya, otoritas Penjaga Pantai Jepang menyatakan pihaknya "mengeluarkan perintah untuk pergi... dan berhasil memaksa kapal-kapal penjaga pantai China untuk meninggalkan perairan wilayah Jepang sekitar pukul 09.20 pagi hari ini".
Otoritas juga menjelaskan bahwa kapal-kapal patroli Jepang "dikerahkan di sekitar kapal penangkap ikan Jepang tersebut untuk memastikan keselamatannya".
Baca Juga: Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Kota Bogor, BMKG: Berpusat di Darat
Menurut laporan Penjaga Pantai Jepang, terdapat empat kapal penjaga pantai China yang beroperasi di sekitar kawasan sengketa. Namun, hanya dua di antaranya yang teridentifikasi memasuki wilayah perairan yang diklaim Jepang.
Pemerintah Jepang menilai tindakan kapal-kapal China tersebut merupakan "pelanggaran hukum internasional".
Lebih lanjut, otoritas Penjaga Pantai Jepang menegaskan, "Penjaga Pantai Jepang akan terus merespons dengan tenang dan tegas sesuai dengan hukum internasional maupun domestik, serta akan mengambil segala langkah yang memungkinkan untuk menjamin keamanan perairan wilayah kami," tegas otoritas penjaga pantai Jepang dalam pernyataannya.
China diketahui secara rutin mengirim kapal penjaga pantainya ke sekitar Kepulauan Senkaku/Diaoyu sebagai bentuk penegasan klaim kedaulatannya. Aktivitas tersebut kerap memicu insiden dan meningkatkan ketegangan maritim dengan Jepang.
Hubungan kedua negara juga memburuk setelah PM Sanae Takaichi pada November tahun lalu menyatakan Jepang dapat melakukan intervensi militer apabila Taiwan diserang. Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri terus diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya, dan China tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk menyatukan pulau tersebut.
Sebagai respons, Beijing mengecam pernyataan tersebut. Pemerintah China juga mengimbau warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Jepang serta memperketat pembatasan perdagangan terhadap sejumlah perusahaan asal Tokyo.
Arsip - Ilustrasi - Laut China Selatan. ANTARA/Anadolu/py (Antara)