Inggris Tarik Sementara Staf Kedutaan dari Iran karena Alasan Keamanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 14:25
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Asap membubung setelah ledakan menghantam wilayah timur laut, barat, dan pusat di tengah serangan Israel di Teheran, Iran, pada Rabu, 1 April 2026. Arsip - Asap membubung setelah ledakan menghantam wilayah timur laut, barat, dan pusat di tengah serangan Israel di Teheran, Iran, pada Rabu, 1 April 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Pemerintah Inggris memutuskan menarik sementara staf kedutaannya yang berada di Iran menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan operasional kedutaan tetap berjalan, meski dilakukan dari jarak jauh selama situasi keamanan belum stabil.

"Mengingat situasi keamanan, staf kedutaan Inggris telah ditarik sementara dari Iran. Kedutaan kami tetap beroperasi secara jarak jauh," menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Inggris pada Rabu, 22 Juli 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya, Selasa, 21 Juli 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan rencana untuk melakukan serangan besar terhadap Gunung Pickaxe di Iran. Pernyataan itu muncul setelah laporan media mengenai dugaan pemindahan sentrifugal nuklir Iran ke fasilitas bawah tanah di kawasan tersebut.

Baca JugaMenlu Iran: Serangan ke Infrastruktur Negara Akan Dibalas dengan Mata Ganti Mata

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah mencapai nota kesepahaman pada 18 Juni 2026 untuk menghentikan konflik yang mulai berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Namun, ketegangan kembali meningkat setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan sejumlah gelombang serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan tersebut sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan Selat Hormuz.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan udara Amerika Serikat yang berada di beberapa negara kawasan Timur Tengah.

Baca JugaTrump Ancam Serang Lokasi Baru Fasilitas Nuklir Iran

Pada 9 Juli 2026, Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku.

(Sumber: Antara)
x|close