Wapres Filipina Sara Duterte Bayar Uang Jaminan, Tak Jadi Ditahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte berbicara saat konferensi pers di Kota Mandaluyong, Filipina, 7 Februari 2025. ANTARA/Xinhua/Str Wakil Presiden Filipina Sara Duterte berbicara saat konferensi pers di Kota Mandaluyong, Filipina, 7 Februari 2025. ANTARA/Xinhua/Str (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Wakil Presiden Filipina Sara Duterte membayar uang jaminan di pengadilan Manila pada Sabtu, 5 September 2026, sehari setelah pengadilan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya terkait dugaan ancaman pembunuhan kepada Presiden Ferdinand Marcos.

Duterte sebelumnya didakwa atas tuduhan ancaman serius yang berkaitan dengan pernyataannya dalam sebuah konferensi pers. Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku telah menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi Presiden Marcos, istrinya, serta sepupunya yang juga merupakan anggota kongres apabila dirinya terlebih dahulu dibunuh.

Belakangan, Sara Duterte menyatakan bahwa pernyataannya tersebut telah disalahartikan.

Kasus dugaan ancaman pembunuhan itu juga menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemakzulan yang kini berlangsung di Senat Filipina. Apabila dinyatakan bersalah, Duterte dapat kehilangan jabatannya sebagai wakil presiden sekaligus menghadapi larangan permanen untuk terjun ke dunia politik.

"Wakil presiden secara sukarela hadir di hadapan pengadilan yang mengeluarkan surat perintah tersebut, jadi tidak perlu baginya untuk ditangkap," kata pengacaranya, Lawrence Lim, seperti dikutip dari AFP, Senin, 7 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Duterte meninggalkan gedung pengadilan dengan membawa dokumen resmi yang menyatakan bahwa ia telah membayar uang jaminan sebesar 360.000 peso atau sekitar US$5.740, setara dengan kurang lebih Rp101 juta.

Baca Juga: Penembakan di SMA Filipina Tewaskan 4 Orang dan 9 Terluka Parah

Selain membayar jaminan, Duterte juga menjalani prosedur administratif berupa pendataan dan pencatatan sidik jari. Namun, menurut Lim, pihak pengadilan tidak mengambil foto wajah Duterte dalam proses tersebut.

Sara Duterte kemudian memberikan pernyataan mengenai alasan dirinya memilih membayar uang jaminan. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan saran dari tim kuasa hukumnya demi alasan keamanan.

"Mereka menjelaskan kepada saya bahwa saya akan mendapatkan perlindungan yang lebih baik dari warga sipil yang dapat memantau situasi saya, daripada berada di tahanan, di mana saya akan terisolasi dan memiliki sedikit perlindungan," katanya.

Sebelum masuk ke gedung pengadilan, Sara Duterte juga menyampaikan kekhawatirannya kepada wartawan mengenai keselamatan dirinya.

"Saya tidak mau (membayar uang jaminan) jika tidak ada yang mengawasi. Apakah mereka akan menjebloskan saya (ke penjara), kemudian suatu malam saya meninggal dalam tidur?," ujarnya, sembari mengklaim dirinya berpotensi menjadi korban polisi.

Kasus yang menjerat Sara Duterte menambah panjang perseteruan politik antara dirinya dan pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos. Selain perkara hukum terkait dugaan ancaman, masa depan politik Duterte juga tengah dipertaruhkan melalui proses pemakzulan yang sedang berjalan di Senat Filipina.

x|close