Ntvnews.id, London - Mantan menteri pemerintahan Inggris, Ann Widdecombe, tewas dibunuh saat sedang menyantap makan siang di kediamannya. Fakta yang terungkap dalam persidangan menunjukkan perempuan berusia 78 tahun itu mengalami pukulan palu sebanyak 21 kali di bagian kepala.
Dilansir dari BBC, Kamis, 23 Juli 2026, Widdecombe, yang dikenal sebagai tokoh senior Partai Reform UK sekaligus mantan anggota parlemen Inggris, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan pedesaan barat daya Inggris pada 9 Juli lalu. Penemuan jasadnya terjadi sehari setelah ia menjadi korban serangan brutal.
Peristiwa tersebut mengguncang panggung politik Inggris dan kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan para politisi. Sejak 2016, dua anggota parlemen aktif di negara itu juga diketahui menjadi korban pembunuhan.
Widdecombe dikenal memiliki pandangan sosial yang konservatif. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Junior pada pemerintahan Perdana Menteri John Major selama periode 1992-1997, sebelum kemudian menjadi juru bicara bidang imigrasi dan keadilan untuk Partai Reform UK. Ia mengakhiri kariernya sebagai anggota parlemen pada 2010.
Baca Juga: Resmi Jadi PM Inggris, Burnham Umumkan Jajaran Kabinet Baru
Joshua Kerry, pria yang didakwa membunuh Widdecombe, telah ditangkap dan kini menjalani proses persidangan atas tuduhan pembunuhan. Pria berusia 28 tahun itu merupakan warga negara Inggris asal Rotherham, yang berjarak lebih dari 402 kilometer dari rumah korban.
Pihak kepolisian meyakini serangan tersebut dilakukan dengan sengaja menyasar Widdecombe, meski motifnya masih didalami. Jaksa juga menyebut penyelidikan mengenai kemungkinan keterkaitan kasus itu dengan tindak pidana terorisme masih terus berlangsung.
Dalam sidang di Pengadilan Magistrat Westminster, London, Selasa, 21 Juli 2026 jaksa penuntut Kashif Malik membeberkan rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan detik-detik pembunuhan tersebut.
Menurut Malik, rekaman memperlihatkan Kerry masuk ke rumah Widdecombe saat korban sedang makan siang, kemudian bertanya, "Apakah Anda memiliki kartu bank dan kartu identitas?"
Setelah itu, Kerry yang mengenakan sarung tangan hitam sambil membawa palu, menghantam kepala Widdecombe sebanyak 21 kali.
Jaksa juga mengungkapkan bahwa pelaku menjatuhkan tubuh korban dari kursi ke lantai sebelum mengambil dompetnya dan meninggalkan lokasi. Seluruh aksi tersebut berlangsung sekitar dua menit.
Dalam persidangan, Kerry hadir mengenakan pakaian olahraga berwarna abu-abu dan tidak mengajukan pembelaan. Pengadilan Old Bailey memutuskan ia tetap ditahan hingga sidang lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)