Ntvnews.id, Istanbul - Pemerintah Iran menilai Amerika Serikat menggunakan isu program nuklir sebagai alasan untuk melancarkan tindakan yang bertujuan menghancurkan negara tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan bahwa serangan maupun ancaman berulang yang dilakukan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran mencerminkan sikap bermusuhan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki negaranya.
Menurut Baghaei, tindakan tersebut juga bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hukum internasional, serta berbagai resolusi Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Konferensi Umum IAEA, dan Dewan Keamanan PBB.
"Serangan-serangan itu menunjukkan permusuhan yang mendalam dari AS terhadap kemajuan ilmiah dan perkembangan teknologi Iran," kata Baghaei di platform media sosial X.
Baca Juga: Iran Serang Fasilitas Militer AS di Kuwait dengan Drone
Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas nuklir Iran telah dilaporkan secara menyeluruh kepada IAEA sesuai dengan kewajiban jaminan dan standar keamanan nuklir yang berlaku.
Baghaei juga membantah tuduhan Amerika Serikat mengenai adanya kompleks nuklir rahasia di Kolang Kouh atau yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain. Menurutnya, klaim tersebut hanyalah dalih yang direkayasa untuk membenarkan tindakan agresi, penghancuran, dan sabotase terhadap Iran.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 21 Juli 2026, mengatakan bahwa negaranya akan segera menyerang kawasan Pickaxe Mountain yang berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz, Iran bagian tengah.
"Rakyat Iran berdiri teguh dan bersatu, siap menghadapi dengan segenap kekuatan setiap tindakan permusuhan AS atau pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan nasional negara mereka," tegas Baqaei.
Baca Juga: Iran Pamer Senjata Baru di Tengah Memanasnya Ketegangan dengan AS
Sejak pekan lalu, Amerika Serikat telah melancarkan sejumlah serangan ke berbagai wilayah Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan menyerang fasilitas serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan.
Aksi saling serang antara kedua negara masih terus berlangsung, meskipun sebelumnya mereka telah menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri perang yang berlangsung sejak Februari sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Fasilitas nuklir Iran (Antara)