Menhan Israel Akui Senang Lihat Kehancuran Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jul 2026, 09:49
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi puing-puing reruntuhan gedung di Jalur Gaza akibat serbuan Israel yang berkelanjutan Ilustrasi puing-puing reruntuhan gedung di Jalur Gaza akibat serbuan Israel yang berkelanjutan (Antara)

Ntvnews.id, GazaMenteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengaku merasa puas melihat kondisi Jalur Gaza yang mengalami kehancuran akibat operasi militer Israel selama beberapa tahun terakhir. Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengusulkan pembangunan permukiman Yahudi permanen di wilayah utara Gaza.

Dilansir dari TRT World, Rabu, 15 Juli 2026, dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 14,Katz ditanya mengenai perasaannya saat menyaksikan kehancuran yang terjadi di wilayah kantong Palestina tersebut.

"Rasanya menyenangkan, bukan?" ucap Katz.

Ia kemudian menyebut kehancuran di Jalur Gaza sebagai hasil dari apa yang diklaimnya sebagai "kebijakan yang disengaja" untuk menghilangkan berbagai ancaman terhadap Israel.

Menurut Katz, Israel kini telah meninggalkan strategi operasi militer sebelumnya yang hanya melakukan serangan sementara.

"Alih-alih masuk lalu keluar, kini tentara berada di dalam, para teroris berada di luar, dan rumah-rumah telah hancur." jelasnya.

Baca Juga: 8 Warga Palestina Tewas dalam 24 Jam, Korban Jiwa di Gaza Tembus 73.231 Orang

Saat melakukan peninjauan ke wilayah utara Jalur Gaza, Katz juga mengumumkan rencana pembangunan tiga pos permukiman Israel yang akan terhubung dengan keberadaan militer di kawasan tersebut.

Laporan Channel 14 menyebut salah satu poin utama dalam kunjungan itu adalah usulan Katz untuk membangun kehadiran permanen komunitas Yahudi di Gaza utara.

Ia secara terbuka menyatakan keinginannya mendirikan tiga pos terdepan Nahal di sejumlah lokasi yang sebelumnya pernah menjadi permukiman Israel sebelum penarikan pasukan dari Jalur Gaza pada 2005.

Pos terdepan Nahal merupakan permukiman yang memiliki keterkaitan dengan militer dan secara historis digunakan sebagai tahap awal pembentukan permukiman Yahudi baru sebelum berkembang menjadi komunitas sipil.

Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Anadolu Agency/pri. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Anadolu Agency/pri. (Antara)

Katz beralasan pembangunan permukiman tersebut diperlukan demi kepentingan "keamanan". Menurutnya, langkah itu akan memperkuat kendali Israel sekaligus meningkatkan "pertahanan" bagi komunitas-komunitas di sekitarnya.

Sejak pecahnya perang pada Oktober 2023, Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Gaza, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 173.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan yang menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan memaksa penduduknya mengungsi.

x|close