Israel Bidik Ratusan Hektar Lahan Palestina di Tepi Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 09:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tepi BaratIsrael dilaporkan telah mengeluarkan 49 perintah militer yang menyasar 2.093 dunam atau sekitar 209 hektare lahan milik warga Palestina di Tepi Barat sejak awal 2026. Informasi tersebut disampaikan Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Komisi menjelaskan bahwa perintah-perintah tersebut diterbitkan dengan dalih "langkah-langkah keamanan". Meski tidak secara resmi menyita atau mengalihkan kepemilikan tanah, kebijakan itu tetap membatasi hak pemilik lahan dalam memanfaatkan tanah mereka.

Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 13 Juli 2026, pembatasan tersebut meliputi pemberian kewenangan kepada otoritas Israel untuk menebang atau memangkas pohon, membatasi akses warga ke lahan mereka, serta melarang aktivitas pertanian di area yang terdampak.

Menurut komisi, sebagian besar kebijakan tersebut diberlakukan di sekitar permukiman Israel, jalan penghubung antarkawasan permukiman, tembok pemisah, serta lokasi-lokasi militer.

Komisi menilai langkah itu pada praktiknya memperluas kendali Israel atas lahan Palestina tanpa harus mengubah status kepemilikannya secara resmi.

Berdasarkan data yang dihimpun komisi, sepanjang 2025 Israel menerbitkan 47 perintah serupa yang mencakup 1.613 dunam lahan. Sementara itu, hanya dalam enam bulan pertama 2026 jumlahnya meningkat menjadi 49 perintah yang berdampak pada 2.093 dunam lahan.

Baca Juga: 8 Negara Muslim Kecam Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat, Desak Akuntabilitas Internasional

Peningkatan tersebut dinilai menunjukkan semakin intensifnya penggunaan perintah militer untuk mendukung pembangunan infrastruktur permukiman sekaligus memperketat pembatasan akses warga Palestina terhadap tanah mereka.

Dalam laporan semesterannya, komisi juga mencatat sebanyak 3.488 serangan dilakukan pasukan Israel dan para pemukim di wilayah Tepi Barat selama paruh pertama 2026.

Serangan-serangan tersebut mencakup aksi terhadap komunitas Palestina, pembakaran, penembakan, penyitaan lahan, hingga pembangunan pos-pos permukiman baru.

Sementara itu, kelompok pemantau anti-permukiman Israel, Peace Now, memperkirakan sekitar 500.000 pemukim Israel kini tinggal di Tepi Barat yang diduduki, ditambah sekitar 250.000 lainnya yang menetap di Yerusalem Timur.

Menurut data resmi Palestina, sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, operasi militer Israel dan aksi kekerasan yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat telah menyebabkan sedikitnya 1.175 warga Palestina meninggal dunia, 12.919 orang terluka, sekitar 33.000 warga mengungsi, serta hampir 24.000 orang ditangkap.

x|close