Banjir di China Lepaskan 900 Ular dari Peternakan, Seorang Wanita Tewas Digigit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 09:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Banjir Ilustrasi Banjir (Freepik)

Ntvnews.id, Beijing - Sekitar 900 ekor ular, sebagian besar merupakan jenis berbisa, dilaporkan lepas dari sebuah peternakan reptil yang terendam banjir setelah Topan Maysak menghantam wilayah Hengzhou, Guangxi Zhuang, China. Seorang wanita dilaporkan meninggal dunia usai diduga digigit ular kobra.

Dilansir dari CNN, Senin, 13 Juli 2026, korban meninggal diyakini mengalami gigitan ular yang kemungkinan merupakan kobra. Selain itu, media pemerintah China melaporkan terdapat beberapa warga lain yang juga menjadi korban gigitan ular.

Di saat yang sama, banjir yang dipicu topan tersebut telah menewaskan sedikitnya 39 orang.

Rekaman video yang viral di media sosial memperlihatkan sejumlah ular berenang di jalan-jalan yang terendam banjir. Dalam video tersebut, kepala ular tampak menjulang di atas permukaan air saat bergerak mengikuti arus.

Pada awalnya, otoritas China dinilai meremehkan ancaman dari lepasnya ratusan ular tersebut. Namun, pemerintah kemudian mengeluarkan peringatan kepada warga agar menjauhi ular-ular yang berkeliaran di kawasan terdampak banjir.

Pihak berwenang juga mengerahkan tim penangkap ular, menambah stok antibisa, serta menyiagakan tenaga medis di rumah sakit untuk mengantisipasi meningkatnya kasus gigitan ular.

Baca Juga: Teknologi V2L Jadi Penyelamat Saat Banjir di Tiongkok, Mobil Listrik dan Hybrid Ubah Baterai Jadi Sumber Listrik Darurat

Tidak hanya ular, sejumlah satwa lain juga dilaporkan lolos akibat banjir. Di antaranya dua zebra, seekor lembu bungkuk, tiga kuda poni, dan dua keledai yang keluar dari area kebun binatang setelah fasilitas tersebut terendam air.

Kebun Binatang Guigang yang dikelola swasta turut mengeluarkan peringatan darurat pada Rabu malam. Pengelola mengingatkan masyarakat bahwa beberapa hewan yang lepas, seperti burung unta, emu, dan rakun, berpotensi bersikap agresif saat merasa terancam. Warga diminta segera melapor apabila melihat keberadaan satwa-satwa tersebut.

Ular Kobra <b>(Pixabay)</b> Ular Kobra (Pixabay)

Dalam wawancara dengan media lokal Hongxing News, pemilik Kebun Binatang Guigang, Yin Feifei, mengatakan para petugas mempertaruhkan keselamatan mereka untuk memastikan kandang satwa predator tetap terkunci ketika banjir mulai meninggi. Meski demikian, tiga ekor singa dilaporkan tenggelam.

"Kami tidak dapat membiarkan predator melarikan diri selama banjir dan menciptakan risiko keselamatan publik tambahan," katanya.

Sementara itu, media lokal Shangyou News melaporkan lebih dari 16.000 ekor babi ikut hanyut diterjang banjir. Proses evakuasi bangkai babi dilakukan menggunakan alat berat yang mengangkatnya dari genangan air, sebagaimana terlihat dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.

TERKINI

Load More
x|close