Ntvnews.id, Washington D.C - Seorang pria Muslim di negara bagian Utah, Amerika Serikat, menjadi korban penikaman yang diduga kuat dilatarbelakangi aksi islamofobia.
Berdasarkan dokumen kepolisian, pelaku yang diketahui bernama Peter Michael Larsen disebut secara sengaja menjadikan korban sebagai sasaran karena identitas agamanya. Polisi menyebut pelaku memang memiliki niat untuk membunuh korban.
"Pelaku telah menargetkan korban dengan niat untuk membunuhnya karena agamanya (Muslim)," demikian catatan dalam surat penangkapan dari kepolisian, dikutip dari Reuters, Kamis, 16 Juli 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di Valley Fair Mall, West Valley City, Utah, pada Senin. Sejumlah saksi mengungkapkan bahwa sebelum menyerang, pelaku menghampiri korban dan menanyakan nama serta agamanya. Pelaku juga memberi isyarat seolah meminta sebotol air minum.
Saat korban membalikkan badan untuk mengambil air, pelaku langsung melancarkan serangan dengan senjata tajam secara berulang.
Baca Juga: Polisi Periksa 2 Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Maluku Tenggara
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan hingga kini masih menjalani perawatan dalam kondisi kritis. Seorang teman korban membuka penggalangan dana melalui GoFundMe dan menyebut korban mengalami sekitar 15 luka tusuk sehingga harus menjalani operasi.
"[Korban] mengalami luka tusukan di sekujur tubuhnya dan mengalami pendarahan hebat," kata polisi.
Usai melakukan penyerangan, pelaku sempat diamankan oleh sejumlah warga yang berada di lokasi sebelum akhirnya diserahkan kepada aparat kepolisian yang datang ke tempat kejadian.
Saat ini Larsen ditahan di Penjara Salt Lake County untuk menjalani proses penyelidikan atas dugaan percobaan pembunuhan serta penggunaan senjata berbahaya yang dilarang.
"Dia ancaman besar bagi masyarakat jika dibebaskan berdasarkan tindakan kekerasan ideologi dan rencana pembantaian massal yang telah direncanakan sebelumnya," demikian menurut polisi.
Ilustrasi Penikaman (Istimewa)