Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan sinyal bahwa negaranya dapat melancarkan operasi militer secara mandiri terhadap Iran tanpa melibatkan sekutu utamanya, Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut muncul ketika jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih berjalan. Kedua negara tengah berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama sekitar lima bulan.
Dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, 7 Agustus 2026, Netanyahu menyampaikan indikasi tersebut dalam pernyataannya pada Rabu, 5 Agustus 2026 waktu setempat.
Netanyahu kembali menegaskan komitmen Israel untuk mencegah Iran mengembangkan atau memiliki senjata nuklir. Ia juga memberikan sinyal bahwa opsi militer tetap terbuka, terlepas dari kemajuan pembicaraan diplomatik antara Iran dan AS.
"Hari ini kita mendengar Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Ahmad Vahidi, mendeklarasikan bahwa Iran berniat untuk terus mengembangkan senjata nuklir," kata PM Israel tersebut.
"Sebagai Perdana Menteri Israel, saya bertekad untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir," tegas Netanyahu.
Baca Juga: Netanyahu Samakan Warga Gaza dengan Korea Utara
Netanyahu menyebut AS sebagai "sekutu terbesar Israel". Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepentingan keamanan negaranya menjadi prioritas dan dirinya siap mengambil langkah yang dianggap diperlukan.
"bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan demi menjamin keamanan Israel".
Sinyal tersebut disampaikan ketika Qatar, yang berperan sebagai mediator, mengungkapkan bahwa pembicaraan antara Iran dan AS telah memasuki "tahap lanjut". Dalam proses tersebut, kedua pihak dilaporkan telah saling bertukar rancangan proposal untuk mencapai kesepakatan.
Menteri Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan upaya bersama untuk menemukan jalan keluar melalui diplomasi masih terus dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
Di tengah proses tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa upaya untuk menjatuhkan pemerintahan Republik Islam Iran telah mengalami kegagalan.
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)