Ntvnews.id, Jakarta -Di tengah gejolak dan ketidakpastian ekonomi global yang melanda berbagai negara, Indonesia dinilai masih mampu bertahan secara kokoh. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memanjatkan doa demi keselamatan bangsa, sekaligus mewujudkan rasa syukur melalui aksi nyata pemberdayaan umat.
Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri acara "Zikir Kebangsaan" yang diselenggarakan oleh Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu (9/8).
“Untuk senantiasa dan selalu melakukan doa keselamatan bangsa dan seperti setiap tahun yang kita lakukan di masjid ini, untuk mendoakan bangsa dan negara kita. Apalagi saat seperti sekarang ini, kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita,” ujarnya di hadapan para jamaah yang memadati lokasi.
Nasaruddin menyoroti indikator ketahanan ekonomi nasional yang cukup solid dibanding banyak negara lain. Saat ini, tingkat inflasi Indonesia berhasil terjaga di kisaran 1–2 persen, didukung pertumbuhan ekonomi yang menembus angka 5,2 persen. Capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya.
“Ini data-data internasional, tidak bisa dibantah. Banyak lagi prestasi yang dicapai oleh bangsa kita yang wajib hukumnya untuk kita syukuri,” katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut menekankan bahwa rasa syukur tidak boleh berhenti pada ucapan lisan semata, melainkan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi sesama. Semangat inilah yang melandasi transformasinya dalam menjadikan Masjid Istiqlal sebagai pusat pemberdayaan dan pelayanan masyarakat, bukan sekadar tempat beribadah.
Saat ini, Istiqlal terus memperluas jangkauan program dan fasilitas gratis yang dapat diakses langsung oleh masyarakat umum. Layanan tersebut mencakup penyediaan makan siang bagi jamaah, fasilitas penginapan, kursus bahasa asing, pemeriksaan kesehatan, konsultasi keagamaan dan keluarga, hingga berbagai pelatihan keterampilan berbasis ekonomi.
Semangat pemberdayaan ekonomi turut ditunjukkan oleh Jatma Aswaja. Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, Helmy Faishal Zaini, mengungkapkan bahwa meski organisasinya baru berusia dua tahun, langkah konkret di bidang ketahanan pangan telah mulai berjalan.
Saat ini, Jatma Aswaja telah menggarap lahan seluas 10 ribu hektare untuk penanaman padi dan tebu. Program ini dijalankan dengan melibatkan para petani lokal serta berbagai pemangku kepentingan di daerah.
“Kita harapkan kehadiran Jatma Aswaja memantulkan energi untuk melakukan pemberdayaan, sehingga kita bukan hanya maju secara spiritual, tetapi juga pokok secara ekonomi dan tentunya kita berdaya menjadi masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya.
(Sumber: Antara)
Suasana gelaran doa keselamatan bangsa, zikir kebangsaan dan haul pendiri NKRI yang diinisiasi Jatma Aswaja menyambut HUT Ke-81 RI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/6/2026). (Antara)