Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Alumni PTKIN Harus Jadi Cendekiawan yang Berdampak bagi Umat dan Bangsa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 15:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Agama Nasaruddin Umar Menteri Agama Nasaruddin Umar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) Indonesia diharapkan menjadi wadah yang mampu menyatukan visi seluruh alumni PTKIN dalam melahirkan cendekiawan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Pertama IKA PTKIN Indonesia di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Nasaruddin, pembentukan forum alumni tersebut memiliki tujuan untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk PTKIN maupun PTKIS, karena memiliki visi yang sama dalam mencetak generasi intelektual.

"Intinya adalah bagaimana menyatukan visi seluruh PTKIN dan juga nanti sesungguhnya PTKIS ya, karena memang visinya itu sama. Dan saya juga tadi menekankan bahwa ini agak lebih mudah untuk kita persatukan karena ini sangat homogen. Visinya punya sama ya, sebagai lembaga yang akan melahirkan cendekiawan," kata Nasaruddin.

Ia menegaskan, alumni PTKIN tidak cukup hanya menjadi ilmuwan yang menguasai disiplin ilmu tertentu. Menurutnya, lulusan PTKIN juga harus mampu menjadi intelektual yang kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi cendekiawan yang menghadirkan solusi di tengah masyarakat.

"Alumni PTKIN itu kita harapkan, kita ekspektasikan bukan hanya sebagai ilmuwan yang menguasai ilmu tertentu, tapi juga sekaligus intelektual, menjadi pengamat terhadap gagasan-gagasan dan ilmunya itu. Bahkan lebih jauh dari itu, cendekiawan; memberikan dampak di dalam lingkungan masyarakatnya," ujarnya.

Baca Juga: Forum Nasional IKA PTKIN Gelar Rakernas Perdana dan Seminar Nasional dalam Rangkaian Festival Muharram

Nasaruddin mengatakan lulusan PTKIN memiliki karakteristik yang berbeda dibanding lulusan perguruan tinggi lainnya karena mampu menjalankan berbagai peran di masyarakat.

"Dengan demikian, punya kekhususan, punya distingsi alumni PTKIN itu bukan hanya menonjol sebagai ilmuwan, tapi juga dia bisa sebagai imam, bisa sebagai mubalig, bisa juga sebagai ilmuwan, dan bisa juga menjadi tokoh masyarakat. Serba bisa ya. Dan itu yang kita harapkan saya kira karena masyarakat kita membutuhkan figur-figur yang bisa menjadi teladan," tuturnya.

Ia berharap para alumni PTKIN mampu menjadi titik sentral dalam kehidupan sosial di berbagai daerah.

"Mudah-mudahan para alumni ini nanti bisa menempatkan dirinya itu sebagai central point di dalam kehidupan bermasyarakat di mana pun mereka berada,"katanya.

Ketua Umum IKA PTKIN Indonesia Idrus Marham <b>(NTVnews)</b> Ketua Umum IKA PTKIN Indonesia Idrus Marham (NTVnews)

Sementara itu, Ketua Umum IKA PTKIN Indonesia Idrus Marham menyampaikan bahwa pembentukan forum alumni nasional tersebut tidak lepas dari gagasan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menjadi inspirator sekaligus inisiator berdirinya organisasi tersebut.

"Saudara sekalian, saya kira tadi sudah disampaikan oleh Menteri Agama. Dan tadi saya sudah sampaikan bahwa inspirator dan inisiator pembentukan forum nasional ini adalah Menteri Agama yang sekaligus merupakan alumni dari UIN Alauddin dan sekaligus dari Syarif Hidayatullah," ujar Idrus.

Ia mengatakan forum tersebut akan mengusung semangat rahmatan lil 'alamin dengan melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa membedakan latar belakang agama.

"Yang disampaikan Pak Menteri tadi itu adalah bahwa bagaimana forum ini ke depan muncul betul-betul memberikan kemanfaatan kepada manusia sesama manusia. Jadi ditegaskan oleh Menteri Agama tadi bahwa menjadi rahmatan lil 'alamin, bukan hanya menjadi rahmatan lil mukminin," katanya.

Idrus menambahkan, forum alumni juga akan membangun kolaborasi lintas agama dalam menjalankan misi kebangsaan.

"Oleh karena itu, tadi Pak Menteri memberikan suatu apa, semacam imbauan bagaimana ke depan dalam rangka untuk sama-sama kita mengamalkan rahmatan lil 'alamin ini betul-betul melibatkan dari berbagai elemen yang ada, bukan hanya dari Islam tetapi juga dari non-muslim. Sehingga betul-betul secara bersama-sama kita ke depan mengemban satu misi yang tadi dikatakan itu; melayani umat secara umum dan sekaligus untuk membangun bangsa," ujarnya.

Menurut Idrus, IKA PTKIN akan memusatkan perhatian pada tiga agenda utama, yakni memperkuat peran alumni dalam menjaga tradisi intelektual, meningkatkan kualitas perguruan tinggi keagamaan Islam, serta memperkokoh konsolidasi keumatan dan kebangsaan.

Terkait agenda pertama, Idrus mengatakan forum akan berupaya merumuskan berbagai gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan nasional.

"Yang pertama adalah bagaimana memantapkan posisi dan peran para alumni itu dalam rangka untuk merawat tradisi intelektualitas, untuk merumuskan konsep-konsep yang dapat diimplementasikan sebagai program-program pembangunan untuk mendukung pemerintahan yang ada sekarang itu, Prabowo," ucapnya.

Selain itu, forum juga akan memperkuat komunikasi dengan seluruh pimpinan PTKIN di Indonesia guna meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

"Dan ini nanti juga akan kita lakukan komunikasi secara intensif dan produktif secara fungsional dengan para pimpinan PTKIN se-Indonesia yang ada 59 itu," katanya.

Idrus menegaskan bahwa seluruh program IKA PTKIN akan diarahkan untuk memperkuat persatuan nasional melalui konsolidasi keumatan dan kebangsaan.

"Yang paling penting lagi adalah bagaimana agar supaya program-program yang kita lakukan nanti ke depan ini betul-betul orientasinya adalah kesatuan dan persatuan. Yang bahasa lebih kerennya itu adalah bagaimana konsolidasi keumatan dan kebangsaan ini bisa jalan, satu kesatuan," ujarnya.

Ia juga memastikan kepengurusan IKA PTKIN akan segera bergerak melakukan konsolidasi ke berbagai daerah serta menyusun berbagai konsep yang nantinya menjadi bahan komunikasi dengan pemerintah.

Di akhir keterangannya, Idrus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama atas dukungan yang diberikan terhadap pembentukan IKA PTKIN Indonesia.

"Sekali lagi terima kasih kepada Pak Menteri Agama atas segala inisiatif, atas segala pikiran-pikiran, dan atas segala fasilitas-fasilitas yang diberikan dalam rangka untuk memastikan forum ini ke depan akan berjalan dengan efektif dan produktif untuk umat dan bangsa," tutupnya.

x|close