Soroti Aksi Militer dan Penindasan Internal, Trump Desak Iran Bayar Ganti Rugi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 13:42
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta -Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran kian memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menuntut kompensasi keuangan bernilai besar dari pemerintah Iran. Tuntutan balasan ini dilayangkan Trump dengan menyoroti rangkaian aktivitas militer, serangan bom, serta tindakan penindasan internal yang dituding dilancarkan Iran selama beberapa dekade terakhir.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin, 10 Agustus 2026, Trump menegaskan bahwa Iran harus bertanggung jawab secara finansial atas kerugian jiwa dan fisik yang dialami oleh para korban aksi kekerasan yang diakibatkan oleh pihak Teheran.

"Saya... menuntut kompensasi dari Iran, bagi semua orang yang telah mereka bunuh dan lukai parah akibat bom pinggir jalan mereka," tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Secara lebih rinci, Trump mendesak agar ganti rugi tersebut disalurkan kepada para keluarga korban tewas dalam insiden pengeboman kapal perang AS, USS Cole, pada tahun 2000 silam, serta ribuan nyawa lain yang gugur dalam kancah pertempuran. Tak berhenti di situ, klaim kompensasi juga ditujukan bagi ratusan ribu pengunjuk rasa tak berdosa yang disebutnya tewas di tangan pemerintah Iran sepanjang lima dekade terakhir.
 
Eskalasi retorika ini berlanjut pada unggahan berikutnya, di mana Trump memperluas cakupan tuntutan dengan menegaskan bahwa Teheran harus "bertanggung jawab atas kerusakan dan kematian yang dialami oleh penduduk Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza."
Sikap keras yang ditunjukkan gedung putih ini mengemuka menyusul munculnya kabar bahwa perwakilan diplomasi Iran berniat menuntut ganti rugi atas dampak perang regional berdurasi lima bulan yang diinisiasi oleh AS dan Israel sejak 28 Februari lalu.
Trump membantah keras wacana ganti rugi bagi Iran tersebut dan menyatakan bahwa opsi pembayaran kepada Teheran "tidak pernah dibahas" dalam meja perundingan mana pun. Sebaliknya, ia mengonfirmasi telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran diplomat AS untuk memasukkan seluruh daftar tuntutan kompensasi terhadap Iran ke dalam agenda setiap pembicaraan di masa mendatang.
 
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close