Ntvnews.id, Moskow - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran meskipun tidak menghasilkan kesepakatan terkait program nuklir, berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.
Menurut laporan tersebut, Trump dalam beberapa pekan terakhir disebut tengah menyiapkan kemungkinan untuk menyatakan kemenangan dalam konflik dengan Iran apabila Teheran bersedia membuka Selat Hormuz sepenuhnya.
Trump juga dilaporkan telah menyampaikan kepada sejumlah penasihat senior mengenai keinginannya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran meskipun kesepakatan tersebut tidak mencakup isu nuklir.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada WSJ bahwa Amerika Serikat menilai seluruh tujuan militer yang ditetapkan terhadap Iran telah tercapai.
Saat ini, Trump disebut lebih memprioritaskan kelancaran arus pasokan energi yang melewati Selat Hormuz. Namun, Amerika Serikat masih mempertahankan opsi untuk melakukan operasi militer apabila Iran terus melakukan serangan terhadap kapal-kapal dagang di kawasan tersebut.
Baca Juga: Trump Yakin Perang AS-Iran Segera Berakhir
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)
Dalam pembicaraan dengan para penasihat seniornya, Trump menyampaikan keyakinan bahwa Iran tidak akan kembali mengembangkan program nuklir selama dirinya masih menjabat sebagai presiden. Keyakinan tersebut didasarkan pada serangan AS yang menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran pada 2025.
Dalam sejumlah pertemuan yang berlangsung baru-baru ini, Trump juga menyatakan pandangan bahwa ancaman serangan dari Amerika Serikat telah cukup memberikan efek gentar kepada Teheran.
Sejumlah pejabat mengisyaratkan bahwa Trump berpotensi mempertahankan gencatan senjata tanpa batas waktu apabila Washington berhasil memastikan program nuklir Iran tetap berada dalam kendali.
Selain itu, Trump disebut mempertimbangkan pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai imbalan jika Teheran membuka Selat Hormuz sepenuhnya.
Sebelumnya, Presiden AS tersebut mengatakan dirinya telah meminta agar serangan lanjutan terhadap Iran dibatalkan. Langkah itu dilakukan di tengah harapan untuk mencapai kesepakatan damai yang mencakup pembukaan Selat Hormuz serta kesepakatan mengenai program nuklir Iran.
Baca Juga: Belgia Kerahkan Personel Militer ke Greenland di Tengah Ancaman Aneksasi Trump
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu menyatakan bahwa Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai rincian geografis jalur pelayaran yang akan digunakan kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz secara aman.
(Sumber: Antara)
Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di wilayah utara Oman (Antara)