AS Pastikan Kapal Boleh Melintas di Jalur Sementara Hormuz Tanpa Biaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 14:55
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Peta Selat Hormuz dan pesisir Fujairah di Dubai, Uni Emirat Arab. Peta Selat Hormuz dan pesisir Fujairah di Dubai, Uni Emirat Arab. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa setiap jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz akan dibuka secara penuh tanpa memerlukan izin khusus maupun pengenaan biaya. Kepastian ini menyusul adanya kemajuan signifikan dalam kesepakatan antara Iran dan Oman.


Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat AS kepada media NewsNation pada Kamis (6/8/2026), merespons laporan perundingan pembukaan kembali selat strategis tersebut.

Sebelumnya, stasiun televisi Al-Hadath melaporkan informasi dari sumber senior yang menyebutkan bahwa Iran dan Oman telah mencapai kata sepakat terkait pembukaan penuh Selat Hormuz. Saat ini, kepastian akhir tinggal menunggu persetujuan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
 

Pengumuman resmi mengenai kesepakatan dua negara tersebut diproyeksikan bakal dirilis dalam beberapa hari mendatang. Laporan yang sama mengonfirmasi bahwa tidak ada rencana pemungutan biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi kawasan perairan tersebut.

"Setiap jalur sementara akan dibuka tanpa hambatan, yang berarti tidak ada persetujuan, izin, maupun pungutan biaya. Selat Hormuz adalah jalur perairan internasional dan tidak ada pihak yang mengendalikan jalur pelayaran atau hak untuk melintasinya," ujar pejabat AS tersebut.

Sinyal meredanya ketegangan di kawasan strategis dunia ini juga sempat diutarakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (2/8/2026). Trump menyatakan bahwa pihaknya menangguhkan rencana serangan militer terhadap Iran seiring munculnya prospek terwujudnya kesepakatan damai.
 

Menurut Trump, poin kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali akses pelayaran Selat Hormuz serta pengaturan ulang terkait program nuklir Iran.
 
(Sumber:Antara)

HIGHLIGHT

x|close