Teheran: Tekanan Militer dan Ekonomi AS Tak Akan Buat Iran Tunduk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 16:37
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. Arsip foto - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Parlemen Iran yang juga menjabat sebagai kepala perunding Iran dengan Amerika Serikat, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Washington tidak akan berhasil memperoleh konsesi tambahan dari Teheran meskipun terus meningkatkan tekanan politik dan militer.

Kritik keras tersebut dilayangkan Ghalibaf secara terbuka melalui unggahannya di platform sosial media X.

“Amerika mengira menekan Iran lebih keras akan menghasilkan konsesi yang tidak pernah menjadi bagian dari kesepakatan. (Menteri Keuangan AS Scott) Bessent dan (Menteri Perang AS Pete) Hegseth sudah jauh di luar kemampuan mereka. Berhentilah berharap mereka tiba-tiba menemukan solusi ajaib untuk membereskan kekacauan yang kalian buat sendiri,” kata Ghalibaf melalui platform X, dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.
 

Pernyataan keras dari Teheran ini keluar di tengah eskalasi konflik yang membara sejak beberapa pekan terakhir. Ketegangan kembali memuncak setelah Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengumumkan pada 8 Juli bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai bersama Iran pada malam 18 Juni resmi dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasca-pengumuman tersebut, militer Amerika Serikat secara bertubi-tubi melancarkan serangkaian serangan udara dan militer ke wilayah Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim aksi gempuran itu merupakan tindakan balasan atas manuver Iran yang dinilai mengancam armada kapal komersial saat melintasi jalur krusial Selat Hormuz.

Merespons tindakan Washington, Teheran langsung mengambil langkah balasan yang agresif. Selain meluncurkan serangan balasan ke berbagai markas pangkalan militer AS yang tersebar di sejumlah negara Timur Tengah, Iran juga mengambil keputusan drastis dengan memblokir total akses pelayaran di Selat Hormuz sambil mengecam keras tuduhan Washington yang dinilai telah mengkhianati komitmen gencatan senjata.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close