Ntvnews.id, Jembrana - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh kekayaan dan aset yang dimiliki negara dapat dikelola secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
Prabowo menyampaikan hal tersebut ketika menghadiri peluncuran sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Prabowo, pengelolaan kekayaan negara harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, serta semangat untuk mengutamakan kepentingan rakyat.
"Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Luncurkan Proyek PLTS 100 GWp, Target 2029 Beres
Atas dasar itu, pemerintah, menurut Presiden, harus mengambil langkah tegas untuk menghentikan berbagai bentuk penyelewengan dan praktik korupsi yang merugikan negara.
"Karena itu penyelewengan korupsi harus kita perangi, harus kita berantas sampai ke akar-akarnya," tegas Prabowo.
Prabowo menyadari masih terdapat pihak yang mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan agenda pemberantasan korupsi. Namun, dia memastikan pemerintah terus berupaya menangani persoalan tersebut secara serius.
Presiden menjelaskan pemberantasan korupsi berkaitan erat dengan kemampuan negara dalam membiayai berbagai kebutuhan. Penghentian kebocoran keuangan negara dapat memperkuat kapasitas pemerintah untuk menghadapi beragam persoalan, termasuk penanganan bencana.
Baca Juga: Prabowo: Kalau Ada Indikasi Korporasi yang Terlibat Kebakaran Hutan, Izin Dicabut
Prabowo kemudian mencontohkan kemampuan pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya saat menghadapi bencana. Sumber daya tersebut mencakup ratusan helikopter, belasan pesawat, alat berat, pompa air, hingga ribuan personel.
"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang. Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan, dari korupsi-korupsi yang berjalan," kata Prabowo.
Dia mengatakan pemerintah sudah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi kebocoran dalam pengelolaan keuangan negara. Meski demikian, Prabowo menilai upaya tersebut masih perlu ditingkatkan.
"Selama ini kita hentikan kebocoran-kebocoran itu, kita belum puas, kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," ujar Prabowo.
Sementara itu, pembangunan PLTS berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian serta ketahanan energi nasional. Pembangunan PLTS juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi berbasis fosil.
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peluncuran dan peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. (Antara)