Prabowo Luncurkan Proyek PLTS 100 GWp, Target 2029 Beres

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Agu 2026, 16:59
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo Subianto. (YouTube Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) untuk Indonesia. Prabowo lantas memasang target agar seluruh kapasitas PLTS tersebut harus terbangun dalam tiga tahun atau pada 2029.

"Saudara-saudara sekalian, dan hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 Gigawatt untuk bangsa Indonesia," ujar Prabowo dalam sambutannya pada Acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp, Selasa, 25 Agustus 2026.

Prabowo lalu memberikan gambaran mengenai besarnya target itu. Menurut Prabowo, kapasitas listrik Indonesia saat ini berasal dari berbagai sumber energi, termasuk batu bara, minyak, gas, dan panas bumi.

"Untuk sebagai bayangan bahwa seluruh listrik Indonesia sekarang 88 Gigawatt dari batubara, dari minyak, dari gas, dari geotermal, semua itu 88 gigawatt," tuturnya.

Dengan kondisi itu, pembangunan PLTS 100 GWp dalam waktu tiga tahun menjadi proyek dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah tak hanya mengejar penambahan pembangkit, namun juga ingin mempercepat perubahan struktur energi nasional.

"Kita akan membangun 100 Gigawatt. Dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 Gigawatt dalam tiga tahun (2029)," ucap Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga secara resmi memulai program PLTS 100 GWp yang tahap awalnya ditandai dengan pembangunan 14 PLTS di lima provinsi. Ke-14 proyek ini tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

"Pada sore hari ini, Selasa 25 Agustus 2026. Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 gigawatt peak, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, berkapasitas total 5,3 gigawatt peak," tandas Prabowo.

HIGHLIGHT

x|close