Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah menyiapkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang jadi korban bencana atau bertugas di wilayah terdampak bencana.
Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, insentif ini perlu diberikan sebagai penghargaan atas dedikasi tenaga kesehatan yang bertugas dalam situasi krisis seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa.
"Saya kira insentif buat para nakes yang menjadi korban gempa ini penting dan harus diperjuangkan," ujar Nihayatul, Selasa, 25 Agustus 2026.
"Mereka, di satu sisi, harus tetap melayani, di sisi yang lain, juga menjadi korban," imbuhnya.
Ia juga meminta pemerintah tak hanya fokus mendatangkan dokter spesialis ke area terdampak bencana. Menurut Nihayatul, jumlah tenaga perawat juga harus menjadi perhatian.
Ia mengatakan kebutuhan perawat semakin penting mengingat sebagian tenaga kesehatan di lokasi bencana juga menjadi korban.
"Bantuan tenaga medis jangan hanya untuk dokter spesialis, tetapi juga untuk perawat. Bisa mengambil dari poltekes yang ada agar perawat di tempat bencana memiliki waktu untuk beristirahat dan tidak mengalami burnout," tuturnya.
Di samping itu, ia juga meminta pemerintah daerah turut mendata rumah tenaga kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa di NTT supaya dapat diberikan bantuan perbaikan.
"Pemerintah daerah harus segera mendata rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang rusak karena bencana agar bisa segera mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat," tandasnya.
BNPB: Korban meninggal akibat gempa NTT bertambah, jadi 100 orang Ilustrasi: Petugas medis merawat warga yang terluka akibat gempa bumi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/08/2026). ANTARA FOTO/Mega Tokan (Antara)