Prabowo Tegaskan Tetap Bekerja untuk Rakyat di Tengah Peringatan Maulid Nabi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Agu 2026, 17:25
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peluncuran dan peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peluncuran dan peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jembrana - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap menjalankan tugas untuk mengejar kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat meski bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika menghadiri peluncuran serta peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

"Karena ini adalah Maulid Nabi, kelahiran Rasulullah kita, saya ucapkan selamat kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, juga di mana pun saudara berada," kata Prabowo.

Ia menilai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tetap dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab pemerintah untuk menghasilkan karya bagi masyarakat. 

Baca JugaViral Peringatan Maulid Nabi Muhammad Malah Dimeriahkan Joget Wanita Seksi

'Di hari besar ini kita tetap bekerja karena kita juga menyadari bahwa kewajiban kita sebagai insan yang bertakwa, selain berdoa, selain kita selalu menjunjung tinggi junjungan kita dan agama kita, kita juga harus berkarya," imbuhnya.

Menurut Prabowo, Maulid Nabi seharusnya tidak hanya diisi dengan doa dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Momentum tersebut juga perlu diwujudkan melalui kerja dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

"Kita harus bekerja keras untuk mengejar kemajuan nyata untuk rakyat kita," ujarnya.

Prabowo menyebut pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp menjadi salah satu bagian dari langkah pemerintah untuk menghadirkan kemajuan yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca JugaKapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dalam Peringatan Maulid Nabi

Ia juga menilai momentum tersebut tetap penting meskipun berlangsung pada hari libur yang bertepatan dengan Maulid Nabi.

"Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi, kita berjuang untuk rakyat kita," kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyoroti pola kerja jajaran Kabinet Merah Putih. Menurutnya, para menteri hampir tidak memiliki waktu libur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

"Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah, dan itu risiko, risiko pengabdian," katanya.

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa menjalankan tugas di pemerintahan merupakan bentuk pengabdian kepada negara dan masyarakat. Karena itu, setiap orang yang berada di dalam pemerintahan harus siap bekerja keras.

"Yang tidak sanggup, boleh minggir. Banyak yang ingin menggantikan saudara," ujar Prabowo.

Pembangunan PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian serta ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah mendapat instruksi untuk mempercepat pembangunan PLTS tersebut hingga mencapai 100 GWp pada 2029.

"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)," kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Pemerintah menetapkan pembangunan PLTS dilakukan secara bertahap. Tahap pertama memiliki target kapasitas 17 GWp, tahap kedua 18 GWp, dan tahap ketiga mencapai 30 GWp.

Target tersebut didukung potensi energi surya Indonesia yang diperkirakan mencapai 3.294 GWp. Namun, hingga April 2026, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya yang telah terpasang baru sekitar 1,5 GWp.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close