Banjir Bandang dan Longsor Nepal-China, Lebih dari 1.400 Orang Dilaporkan Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 12:26
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah yang terdampak banjir hingga Kamis malam, sementara 910 orang masih dinyatakan hilang. Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah yang terdampak banjir hingga Kamis malam, sementara 910 orang masih dinyatakan hilang. (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di perbatasan Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China, mengakibatkan lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang. Ratusan orang lainnya juga meninggal dunia, berdasarkan keterangan otoritas setempat pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Tim penyelamat masih melanjutkan operasi pencarian sehari setelah bencana terjadi. Sejumlah laporan menyebut peristiwa tersebut kemungkinan dipicu oleh runtuhnya gletser. Jumlah korban tewas di kedua wilayah perbatasan telah melampaui 390 orang.

Otoritas pariwisata Nepal menyatakan warga yang belum ditemukan berasal dari lebih dari 30 negara. Mereka termasuk wisatawan asing dari India, Malaysia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Salah satu kelompok yang dilaporkan hilang adalah keluarga asal Jepang yang beranggotakan lima orang, termasuk anak-anak. Berdasarkan informasi dari otoritas Nepal, keluarga tersebut memasuki Nepal dari wilayah China. 

Baca JugaPBB Kerahkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Nepal-China

Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu telah meminta bantuan otoritas setempat untuk melakukan pencarian terhadap keluarga yang diduga sedang mengikuti perjalanan wisata tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui pesan yang dikirimkan kepada Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan Perdana Menteri Nepal Balendra Shah. Ia juga berharap proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana dapat segera berlangsung.

Analisis citra satelit yang dilakukan Hidenori Watanabe, profesor dari Universitas Tokyo, menunjukkan sebagian gletser yang memiliki lebar sekitar 1 kilometer dan panjang 2 kilometer kemungkinan runtuh. Material gletser tersebut diperkirakan jatuh sejauh sekitar 1,2 kilometer hingga ke dasar lembah.

Di wilayah pegunungan Rasuwa, Nepal, luapan Sungai Bhotekoshi merusak rumah-rumah dan sejumlah infrastruktur, termasuk pembangkit listrik tenaga air.

Baca JugaPM China Li Qiang Cek Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet

Sementara itu, kantor berita China Xinhua melaporkan tiga orang meninggal dunia akibat longsor di Shigatse, salah satu kota besar di Daerah Otonom Tibet, China. Lebih dari 550 orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

(Sumber: Antara)

x|close