Turis Inggris Tewas Usai Jalani Prosedur Pembesaran Alat Kelamin di Thailand

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi mayat. Ilustrasi mayat. (Antara)

Ntvnews.id, Bangkok - Liburan ke Bangkok berubah menjadi tragedi bagi seorang turis asal Inggris. Igho Ubiribo (43) meninggal dunia setelah menjalani prosedur suntikan filler untuk pembesaran alat kelamin di sebuah klinik di Thailand.Ubiribo datang ke Bangkok bersama istrinya, Daniella Simba Allen, pada Maret 2026.

Dikutip dari Bangkok Post, Senin, 14 September 2026, dia kemudian menjalani prosedur pembesaran alat kelamin menggunakan suntikan filler.

Usai tindakan tersebut, Ubiribo bersama pasangannya pergi menikmati layanan pijat. Namun, tidak lama kemudian dia mengalami nyeri di bagian dada dan sempat kehilangan kesadaran sebanyak dua kali.

Ubiribo kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Sukhumvit di Bangkok. Dokter menduga dia mengalami emboli paru dan berencana melakukan pemeriksaan CT scan untuk memastikan kondisinya.

Namun, kondisi Ubiribo memburuk sebelum pemeriksaan dapat dilakukan. Dia kembali kehilangan kesadaran dan tim medis melakukan CPR selama lebih dari 100 menit.

Upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Ubiribo dinyatakan meninggal dunia pada dini hari 6 Maret 2026.

Baca Juga: TNI AL Dalami Anggota yang Kawal Arya Wedakarna di Thailand, Pastikan Ditindak Jika Melanggar

Hasil penyelidikan menunjukkan prosedur pembesaran alat kelamin yang dijalaninya menggunakan asam hialuronat dan lidokain. Zat tersebut diduga memicu emboli paru yang kemudian menyebabkan kondisi fatal.

Emboli paru merupakan kondisi ketika pembuluh darah di paru-paru mengalami penyumbatan, umumnya akibat gumpalan darah atau zat lain yang terbawa aliran darah. Penyumbatan tersebut dapat menghambat sirkulasi darah dan berpotensi mengancam nyawa.

Asam hialuronat sendiri banyak digunakan dalam prosedur filler suntik untuk pembesaran penis. Berdasarkan laporan New York Post, biaya prosedur semacam itu dapat mencapai USD9.000 atau sekitar Rp158 juta, sementara efeknya biasanya bertahan selama enam hingga sembilan bulan.

Sampai saat ini, identitas klinik tempat Ubiribo menjalani prosedur tersebut belum diungkapkan.

x|close