KLH Bakal Ambil Langkah Mitigasi Karhutla Secara Sub-Regional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 16:55
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat (kiri) memberikan keterangan setelah meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Kurnia, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kali Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat (kiri) memberikan keterangan setelah meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Kurnia, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kali (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) membeberkan rencana pengambilan langkah mitigasi karhutla di tingkat sub-regional untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi di sejumlah wilayah.

"Langkah ke depannya besok akan pada tindakan mitigasi. Nah, kemarin tidak sampai tindakan mitigasi, kerja sama mitigasinya masih belum. Jadi cuma saling melaporkan saja. Indonesia melakukan ini, Malaysia melakukan itu," tutur Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (26/8).

Jumhur menjelaskan bahwa Indonesia terikat dalam kerangka Transboundary Haze Pollution Agreement bersama negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Kesepakatan regional ini dirancang khusus untuk memperkuat upaya pencegahan, pemantauan, hingga penanggulangan kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara.
 

Ia juga menyambut terbuka opsi kerja sama langsung apabila negara tetangga, seperti Malaysia, menawarkan bantuan teknis untuk memadamkan titik api di wilayah Kalimantan. Menurutnya, hal tersebut relevan mengingat keterlibatan investasi lintas negara di sektor perkebunan dan kehutanan.

"Kan banyak perusahaan, banyak perusahaan Malaysia juga, perusahaan Singapura, perusahaan mana-mana yang memegang sawit, pegang HTI di Indonesia," ungkapnya.

Saat ini, pihak KLH tengah mendalami dan mengecek keterlibatan serta potensi sanksi hukum bagi perusahaan-perusahaan swasta maupun asing yang terbukti terlibat dalam timbulnya bencana karhutla tersebut.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa koordinasi dengan negara-negara tetangga terus dimaksimalkan melalui skema diplomasi lingkungan dan mekanisme kerangka kerja ASEAN.

“Kemlu RI berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan juga negara lain, termasuk memanfaatkan mekanisme pemantauan dan pertukaran informasi di bawah kerangka ASEAN,” kata Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela saat taklimat media di Jakarta.
 

Langkah responsif pemerintah Indonesia dalam menanggulangi karhutla turut mendulang apresiasi dari pemerintah Malaysia. Kuala Lumpur bahkan menyatakan kesiapannya untuk terjun membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Malaysia mengapresiasi dan mendukung tindakan cepat pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan," ujar Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup.
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close