Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa demokrasi dan konstitusi harus menjadi dasar utama dalam menyikapi berbagai perkembangan politik, termasuk terkait wacana mengenai jadwal Pemilu 2029.
Menurut Budi Arie, pelaksanaan pemilu setiap lima tahun merupakan salah satu prinsip yang lahir dari semangat reformasi dan perlu dihormati. Meski demikian, dinamika politik dan sosial yang berkembang tetap harus dicermati dengan mempertimbangkan pengalaman sejarah Indonesia.
“Jadi saya mengatakan bahwa tadi, jalan kita tetap dua intinya, demokrasi dan konstitusi,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia kembali menjelaskan bahwa pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan pemilu bukan merupakan ajakan atau dorongan politik. Pernyataan tersebut, menurutnya, hanya merupakan analisis terhadap berbagai kemungkinan yang dapat muncul seiring dinamika masyarakat.
Baca Juga: Budi Arie Tegaskan Pernyataan soal Pemilu 2029 Bukan Sikap Jokowi
“Undang-undang secara cermat memang mengatakan pemilu lima tahun sekali, betul kan? Tapi kita pernah jadi sejarah ini loh, sehingga kita harus mengelola ini dengan baik. Begitu saja,” ujarnya.
Budi Arie juga mengingatkan agar perbedaan pandangan yang muncul dalam kehidupan politik tidak dijadikan alasan untuk mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Menurut dia, demokrasi justru memberikan ruang bagi setiap pihak untuk menyampaikan pendapat serta menilai berbagai perkembangan yang terjadi.
“Jadi mau saya sampaikan bahwa demokrasi ini harus kita tingkatkan kualitasnya. Kebebasan berpendapat kita jaga, dan harus kita menikmati dan merayakan perbedaan dengan sebaik-baiknya. Jadi perbedaan pendapat itu bukan musuh,” katanya.
Baca Juga: Budi Arie: Saya Tak Meralat Pernyataan soal Pemilu 2029 Lebih Cepat
Ia menambahkan, berbagai aspirasi dan masukan dari masyarakat perlu diperhatikan sebagai bagian dari proses demokrasi. Seluruh pandangan tersebut, kata dia, dapat menjadi bahan dalam memahami perkembangan politik menjelang pemilu.
“Semua input, semua masukan kita kaji dan kita analisa dengan baik,” ujar Budi Arie.
(Sumber: Antara)
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dalam konferensi pers di Jakarta (Antara)