Budi Arie: Saya Tak Meralat Pernyataan soal Pemilu 2029 Lebih Cepat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 17:32
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi (kiri) dan Ketua Umum Baramuda 08 Rhesa Yoga dalam konferensi pers di Jakarta Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi (kiri) dan Ketua Umum Baramuda 08 Rhesa Yoga dalam konferensi pers di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat merupakan analisis pribadinya. Ia menegaskan pernyataan tersebut tidak dimaksudkan sebagai dorongan politik untuk mengubah jadwal pemilu.

“Kalau analisis kan itu kan begini, ada kemungkinan biasa 2029, tapi kok ada analisis lebih cepat? Tidak perlu ditarik, biar saja waktu membuktikan itu. Saya tidak meralat pernyataan saya, saya cuma bilang bahwa kita itu bisa diperbaiki,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Menurut Budi Arie, analisis politik tidak dapat disamakan dengan kehendak atau keinginan politik. Ia menyebut pandangannya mengenai kemungkinan percepatan pemilu muncul berdasarkan pengamatannya terhadap perkembangan situasi di masyarakat, termasuk gerakan mahasiswa dan aspirasi yang muncul di ruang publik.

“Kalau kehendak politik, kemauan politik, sama analisis politik, dua hal yang beda,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai perubahan jadwal pemilu tetap harus mengacu pada prinsip demokrasi dan konstitusi. Budi Arie juga menyatakan dirinya tidak sedang mendorong pihak tertentu agar Pemilu 2029 dipercepat.

“Saya enggak berusaha meng-encourage atau mengajak. Saya cuma bilang ini kalau dinamika ini harus ditata dengan baik. Dinamika masyarakat yang terjadinya harus dikelola dengan baik,” katanya.

Budi Arie menilai pengalaman politik Indonesia pada masa lalu dapat menjadi pembelajaran dalam melihat perkembangan situasi saat ini. Menurutnya, dinamika politik perlu disikapi dengan hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Baca Juga: Budi Arie Minta Maaf Soal Polemik Omongan Pemilu Gak Sampai 2029: Saya Siap Tanggung Jawab

“Kalau soal pemilu dipercepat atau pemilu sesuai jadwalnya, lebih bagus. Dan kita memang sepakat dengan dasar reformasi kita bahwa pemilu lima tahun sekali,” kata Budi Arie.

Ia kembali mengingatkan pengalaman perubahan politik yang terjadi pada 1997 hingga 1999. Menurutnya, pengalaman tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menghadapi dinamika politik yang berkembang sekarang.

“Tetapi kan saya cuma ingatkan kepada kawan-kawan semua, kita pernah punya pengalaman, iya kan? Tahun 97-99, sehingga kita harus waspada, harus mengantisipasi ini dengan cermat dan dingin,” ujarnya.

Budi Arie menekankan bahwa perkembangan politik harus tetap berada dalam koridor demokrasi serta aturan konstitusi. Ia meminta seluruh pihak berpegang pada ketentuan yang berlaku.

“Pokoknya demokrasi dan konstitusi. Kita ikut aturan. Taat aturan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Baramuda 08 Rhesa Yoga mengatakan pihaknya sempat berkomunikasi dengan Budi Arie setelah rekaman pernyataan mengenai percepatan pemilu ramai diperbincangkan. Komunikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Pada saat itu saya tidak ada di tempat. Jadi karena kemelut viral potongan itu, maka dari itu kita segera counter ke publik juga. Kami ingatkan juga Pak Budi pada saat itu untuk berhati-hati,” ujar Rhesa.

Rhesa mengatakan Baramuda 08 kemudian turut mendampingi Budi Arie dalam memberikan penjelasan kepada publik agar pernyataan yang beredar dapat dipahami berdasarkan konteks secara menyeluruh.

Baca Juga: PSI Tak Akan Terima Budi Arie sebagai Anggota

Sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan Budi Arie berbicara di dekat Joko Widodo mengenai kemungkinan momentum politik dan pelaksanaan pemilu lebih cepat beredar di media sosial.

Rekaman tersebut kemudian menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai spekulasi terkait arah perkembangan politik nasional.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close