Iran Sebut Selat Hormuz Sudah Terbuka Penuh untuk Kapal Dagang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 18:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Kapal-kapal dagang berlayar di perairan lepas pantai kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, Iran, 21 Juni 2026. Arsip - Kapal-kapal dagang berlayar di perairan lepas pantai kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, Iran, 21 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - Jalur perairan strategis Selat Hormuz dipastikan telah dibuka kembali secara total untuk mobilitas kapal-kapal komersial. Kepastian tersebut disampaikan oleh Ali Bahreini, selaku Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB di Jenewa pada Selasa, 23 Juni 2026.

Bahreini menerangkan bahwa aktivitas distribusi logistik minyak mentah dalam jumlah masif terpantau tetap mengalir melalui Selat Hormuz selama beberapa hari ke belakang. Kondisi operasional di rute maritim vital itu pun kini dilaporkan sudah berjalan dengan normal.

"Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang," katanya kepada wartawan di Jenewa.

Baca Juga:Mayoritas Warga Israel Anggap Iran Menang dalam Konflik Lawan AS

Penjelasan dari pihak Iran tersebut mengemuka pasca-tercapainya titik temu dalam kesepakatan bersama Amerika Serikat. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan dua negara tersebut mencakup pemulihan akses lalu lintas maritim di kawasan Selat Hormuz.

Sebelumnya, konflik militer yang sempat berkecamuk sejak tanggal 28 Februari akhirnya resmi berakhir pekan lalu. Redanya ketegangan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad secara elektronik oleh pihak Iran dan Amerika Serikat.

Di dalam dokumen MoU tersebut, disepakati batas waktu bagi Amerika Serikat untuk menyudahi blokade armada lautnya di area pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran juga diwajibkan untuk membuka kembali arus pelayaran di Selat Hormuz secara normal.

Baca Juga:AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran

Berdasarkan data yang dihimpun Anadolu, pergerakan kapal komersial di kawasan selat tersebut langsung melonjak tajam ke angka tertinggi sejak awal Juni sesaat setelah perjanjian tersebut resmi diimplementasikan.

Adapun proses pembicaraan teknis guna mengawal penerapan MoU Islamabad ini diselenggarakan di Swiss pada 21 Juni kemarin, dengan melibatkan Pakistan serta Qatar yang bertindak sebagai mediator negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.

(Sumber: Antara)

 

 

x|close