Kemlu Pastikan 49 Ribu Jemaah Umrah RI Aman Usai Adanya Serangan Bandara di Arab Saudi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan pernyataannya dalam taklimat media di Jakarta Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan pernyataannya dalam taklimat media di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sekitar 49.000 warga negara Indonesia (WNI) yang tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi berada dalam kondisi aman setelah serangan terjadi di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, pada Rabu, 21 Oktober 2026 lalu.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah menyiagakan petugas selama 24 jam di bandara. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau kondisi jemaah, terutama jika terdapat penumpang yang terlantar atau mengalami gangguan penerbangan.

“Saat ini di Arab Saudi terdapat 49.000 jemaah umrah dan semuanya dalam keadaan aman,” kata Heni dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

“KJRI Jeddah piket di bandara ini 24 jam untuk memantau apabila ada jemaah yang stranded atau terdapat gangguan penerbangan,” lanjut Heni.

Selain jemaah umrah, Kemlu juga memastikan seluruh WNI, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Arab Saudi, dalam keadaan aman setelah serangan tersebut.

Baca Juga: Soroti Dugaan Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Karhutla, Prabowo Ancam Cabut Izin

Heni menjelaskan, rangkaian serangan yang terjadi telah memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi, terutama Riyadh.

“Rangkaian serangan tersebut berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan, khususnya penerbangan di wilayah Riyadh,” jelas Heni.

Sementara itu, aktivitas penerbangan di Bandara Jeddah dan Madinah masih berjalan normal. Berdasarkan data per 21 Oktober 2026, tingkat pembatalan penerbangan di kedua bandara tersebut mencapai 7 persen, sedangkan penerbangan yang mengalami penundaan tercatat sebesar 11 persen.

Serangan Bandara King Fahd Tewaskan Dua Orang

Mengutip Al Jazeera, serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, pada Rabu, 21 Oktober 2026, menyebabkan dua orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) menyebutkan, dua korban meninggal terdiri atas seorang warga negara Arab Saudi dan seorang warga negara India yang tinggal di negara tersebut. Seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Serangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian insiden yang menyasar infrastruktur Arab Saudi di tengah meningkatnya konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta mendapat dukungan Riyadh.

Sebelumnya, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 11 Oktober dilaporkan menewaskan satu orang dan menyebabkan 11 lainnya terluka.

Sehari sebelumnya, serangan terpisah di bandara yang sama dilaporkan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.

Di tengah situasi tersebut, Kemlu RI terus memantau perkembangan keamanan dan mengandalkan koordinasi perwakilan diplomatik Indonesia di Arab Saudi untuk memastikan keselamatan WNI, khususnya jemaah umrah yang berpotensi terdampak gangguan penerbangan.

x|close