Turki Siapkan Pengerahan Personel Militer ke Saudi untuk Bantu Hadapi Houthi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Turki Turki (Istimewa)

Ntvnews.id, Ankara - Pemerintah Turki berencana meminta persetujuan parlemen untuk mengirim personel militer ke Arab Saudi. Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Ankara dalam pakta pertahanan bersama Pakistan dan Arab Saudi yang ditandatangani pada Agustus 2026.

Dilansir dari AFP, Kamis, 22 Oktober 2026, Seorang anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) mengatakan kepada Reuters pada Rabu, 21 Oktober 2026, mandat pengerahan personel militer akan diajukan setelah rancangan undang-undang ratifikasi kesepakatan pertahanan tersebut disetujui. Proses ratifikasi itu dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Politikus yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menjelaskan bahwa personel militer Turki yang nantinya ditempatkan di Arab Saudi tidak akan dilibatkan dalam operasi ofensif. Ankara justru akan lebih dahulu mengirim tenaga ahli dan personel teknis untuk memperkuat sistem pertahanan udara, teknologi peperangan elektronik, serta kemampuan pertahanan lainnya.

Sebelumnya, dua pejabat Turki menyampaikan kepada Reuters bahwa dukungan Ankara untuk Riyadh akan difokuskan pada penyediaan peralatan militer, pertukaran intelijen, dan sistem persenjataan. Hingga kini, belum ada informasi mengenai bentuk keterlibatan lain di luar dukungan tersebut.

Baca Juga: Komedian Turki Diadili karena Diduga Hina Erdogan Lewat Stand-Up Comedy

Pakta pertahanan antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi ditandatangani di Mekkah pada Agustus lalu. Perjanjian itu memuat ketentuan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Kesepakatan tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya ancaman serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir. Serangan itu disebut sebagai respons atas serangan yang menyasar bandara di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Juli lalu.

Pemerintah Turki sebelumnya telah mengecam serangkaian serangan Houthi, termasuk serangan yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

Rencana pengerahan personel militer ini menjadi salah satu bentuk dukungan yang tengah dipertimbangkan Ankara untuk membantu memperkuat pertahanan Arab Saudi di tengah ketegangan kawasan.

x|close