Arab Saudi Cegat dan Hancurkan Rudal Jelajah di Wilayah Madinah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Okt 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Arab Saudi Bendera Arab Saudi (Arab News)

Ntvnews.id, Riyadh - Pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah yang terdeteksi berada di wilayah Madinah pada Kamis, 15 Oktober 2026. Insiden tersebut terjadi di salah satu kota paling suci bagi umat Islam.

Dilansir dari Al Arabiya, Jumat, 16 Oktober 2026, Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengonfirmasi keberhasilan pencegatan rudal tersebut melalui pernyataan di media sosial. Informasi itu juga disiarkan oleh media pemerintah Saudi.

"Sebuah rudal jelajah di wilayah Madinah telah dicegat dan dihancurkan," kata Al-Maliki.

Al-Maliki tidak mengungkapkan pihak yang meluncurkan rudal tersebut maupun sasaran yang hendak dituju. Hingga kini, belum ada informasi terperinci mengenai kemungkinan kerusakan atau korban jiwa akibat insiden tersebut.

Pencegatan ini berlangsung di tengah meningkatnya serangan rudal dan pesawat nirawak atau drone yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap wilayah Arab Saudi. Sejumlah serangan sebelumnya dilaporkan menyasar bandara sipil dan fasilitas energi.

Baca Juga: Arab Saudi Kecewa dengan Negara Barat dalam Menghadapi Houthi

Situasi keamanan di kawasan semakin memanas seiring keterlibatan Arab Saudi dalam operasi militer terhadap kelompok Houthi di Yaman. Koalisi pimpinan Saudi memberikan dukungan udara kepada pasukan pemerintah Yaman yang berupaya merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Sebagai balasan, Houthi melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke wilayah Saudi. Kelompok yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran itu juga dilaporkan memberlakukan blokade maritim serta menyerang kapal-kapal Saudi di Laut Merah.

Meski demikian, Houthi sebelumnya menyatakan tidak akan menyerang kota-kota suci umat Islam di Arab Saudi, khususnya Mekkah dan Madinah.

Pada 29 September lalu, koalisi Saudi menuduh Houthi melancarkan serangan drone terhadap pusat distribusi listrik Taibah di Madinah. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan sebuah transformator yang memasok listrik untuk Masjid Nabawi mengalami gangguan hingga tidak berfungsi.

Serangan Rudal dan Drone Berlanjut

Serangan milisi Houthi terhadap dua bandara di Riyadh, Arab Saudi <b>(Istimewa)</b> Serangan milisi Houthi terhadap dua bandara di Riyadh, Arab Saudi (Istimewa)

Selain insiden di Madinah, koalisi Saudi pada Kamis, 15 Oktober 2026 pagi waktu setempat juga mengumumkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan sebuah drone di wilayah Provinsi Timur. Namun, Al-Maliki tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai asal drone tersebut.

Beberapa jam sebelumnya, Houthi mengklaim telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menggunakan rudal balistik. Belum ada keterangan terperinci mengenai dampak serangan tersebut, termasuk kemungkinan korban jiwa dan kerusakan fasilitas.

Sehari sebelumnya, Rabu, 14 Oktober 2026, koalisi Saudi juga mengumumkan pencegatan sebuah rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju Riyadh. Peringatan dini sempat diaktifkan di ibu kota Saudi dan kawasan Al-Kharj yang berada di dekatnya.

Menurut laporan Anadolu Agency, sedikitnya 10 serangan menyasar lima bandara di Arab Saudi selama periode 5–10 Oktober. Serangkaian serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang, melukai ratusan lainnya, serta mengganggu operasional penerbangan.

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh tercatat menjadi sasaran paling sering, dengan lima kali serangan. Serangan-serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 18 orang meninggal dunia.

Rangkaian insiden itu menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap fasilitas penerbangan dan infrastruktur penting di Arab Saudi. Sementara itu, belum ada informasi lebih lanjut mengenai pihak yang bertanggung jawab atas rudal jelajah yang berhasil dihancurkan di wilayah Madinah.

x|close