Sejumlah Warga AS Ditangkap di Arab Saudi karena Rekam Serangan Houthi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 07:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Arab Saudi berkibar di depan konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 6 November 2018. Ilustrasi - Bendera Arab Saudi berkibar di depan konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 6 November 2018. (Antara)

Ntvnews.id, Riyadh - Sejumlah warga negara Amerika Serikat (AS) dilaporkan ditangkap di Arab Saudi setelah mengambil foto atau merekam kejadian terkini di tengah rentetan serangan mematikan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.

Dilansir dari Arab News, Rabu, 14 Oktober 2026, Informasi penangkapan tersebut disampaikan Kedutaan Besar AS di Riyadh pada Senin, 12 Oktober 2026 waktu setempat. Namun, pihak kedutaan tidak mengungkapkan jumlah pasti warga AS yang ditangkap maupun memastikan apakah mereka telah dibebaskan.

Dalam keterangannya, Kedutaan Besar AS menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan terhadap warga negaranya yang mengambil gambar berkaitan dengan serangan di Arab Saudi.

"Beberapa warga negara Amerika telah ditahan karena mengambil foto peristiwa-peristiwa terkini," sebut Kedutaan Besar AS di Riyadh dalam pernyataannya.

Kedutaan tersebut juga mengingatkan warga AS mengenai konsekuensi hukum yang dapat timbul apabila mereka merekam atau menyebarkan informasi mengenai serangan dan upaya pertahanan Saudi.

Otoritas Saudi sebelumnya telah memperingatkan masyarakat agar tidak mendokumentasikan maupun menyebarluaskan informasi mengenai pencegatan rudal dan drone serta lokasi yang terdampak serangan.

Kedutaan Besar AS menegaskan bahwa "merekam, mempublikasikan, atau menyebarluaskan informasi terkait upaya mencegat rudal dan drone dan lokasi dampaknya dapat membuat Anda terjerat masalah hukum".

Baca Juga: China Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

Sejumlah warga negara asing yang tinggal di Riyadh juga mengungkapkan bahwa beberapa kenalan mereka ditangkap setelah merekam kejadian terkini dan mengunggah hasil rekaman tersebut ke media sosial.

Selain memberikan peringatan terkait aktivitas dokumentasi, Kedutaan Besar AS mengumumkan aturan khusus bagi pegawai pemerintah Amerika yang hendak menggunakan bandara di Arab Saudi.

"Para pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi memerlukan izin khusus untuk menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi," tegas pernyataan Kedutaan Besar AS tersebut.

Dalam keterangannya kepada AFP, pihak kedutaan menjelaskan bahwa izin khusus itu "hanya dari pihak kedutaan besar" bagi staf pemerintah AS.

Kedutaan Besar AS juga mengimbau warga negaranya agar "sangat berhati-hati" apabila memutuskan untuk menggunakan bandara-bandara di Arab Saudi.

Serangan milisi Houthi terhadap dua bandara di Riyadh, Arab Saudi <b>(Istimewa)</b> Serangan milisi Houthi terhadap dua bandara di Riyadh, Arab Saudi (Istimewa)

Penangkapan tersebut berlangsung setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan menjadi sasaran serangan selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan.

Serangan juga menyasar bandara di Dammam serta sejumlah fasilitas minyak di negara tersebut.

Akibat rangkaian serangan itu, sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas, termasuk 13 orang pada Sabtu, 10 Oktober 2026 waktu setempat. Ratusan orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di bandara Riyadh.

Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat serangan di Bandara Internasional Abha.

x|close