Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Jauhi Bandara dan Larang Rekam Rudal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 06:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kementerian Luar Negeri RI Kementerian Luar Negeri RI (kemlu)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meminta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan menyusul serangkaian serangan terhadap sejumlah bandara di negara tersebut, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pemerintah Indonesia mengimbau WNI untuk menjauhi lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan, terutama kawasan bandara. Masyarakat Indonesia di Arab Saudi juga diminta menunda perjalanan yang tidak mendesak demi menjaga keselamatan.

Imbauan tersebut disampaikan Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh. WNI yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Arab Saudi diminta memeriksa status penerbangan kepada maskapai serta mengikuti perkembangan informasi dari otoritas setempat dan perwakilan RI.

"WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya kepada maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh," bunyi pernyataan Kemlu RI.

Kemlu menyatakan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Koordinasi dengan otoritas setempat juga dilakukan untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di negara tersebut.

KBRI Riyadh turut mengeluarkan peringatan khusus mengenai aktivitas dokumentasi di lokasi serangan. Selain meminta WNI menjauhi kawasan berisiko, kedutaan melarang pengambilan foto, perekaman video, maupun penyebaran informasi mengenai proses penangkisan rudal dan drone serta lokasi jatuhnya proyektil.

Baca Juga: Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

"Mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan, informasi terkait penangkisan rudal dan drone, serta lokasi jatuhnya dapat berakibat pada konsekuensi hukum," bunyi imbauan KBRI Riyadh.

Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban dilaporkan dalam kondisi kritis dan telah memperoleh perawatan medis di beberapa rumah sakit.

Dari total korban meninggal, empat orang merupakan warga negara Arab Saudi. Sementara itu, masing-masing dua korban berasal dari Bangladesh dan satu orang dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, serta Sudan.

Serangan tersebut juga berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid. Operasional bandara dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan setelah insiden berlangsung.

Kemlu memastikan belum ada laporan WNI yang meninggal dunia akibat serangan tersebut. Meski demikian, pemerintah masih melakukan verifikasi untuk memastikan kemungkinan adanya warga Indonesia di antara para korban luka.

KBRI Riyadh terus menjalin komunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan memantau sejumlah rumah sakit di Riyadh serta wilayah sekitarnya untuk mengetahui apakah terdapat WNI yang terdampak.

Kemlu, KBRI Riyadh, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah berkomitmen melanjutkan pemantauan situasi serta menyiapkan langkah perlindungan bagi WNI sesuai perkembangan kondisi keamanan.

Kedua perwakilan RI tersebut tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kekonsuleran maupun perlindungan kepada warga Indonesia seperti biasa.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan, pemerintah menyediakan layanan hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 dan KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.

x|close