Ntvnews.id, Riyadh - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan perkembangan terbaru kondisi dua warga negara Indonesia (WNI) yang terluka akibat serangan milisi Houthi di bandara Arab Saudi. Keduanya mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang pada hari kejadian.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan kedua WNI tersebut mengalami luka pada 11 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa keduanya merupakan warga yang menetap di Arab Saudi, bukan jemaah umrah.
"Kedua WNI tersebut merupakan mukimin (permanent resident) di Arab Saudi dan bukan jamaah umrah," ungkap Heni dalam pernyataan tertulis.
Heni menambahkan, kedua korban telah diizinkan meninggalkan rumah sakit pada hari yang sama saat mengalami luka.
"Dan keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama 11 Oktober 2026."
Kedua WNI tersebut masing-masing berinisial RM, berusia 45 tahun, yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, serta ET, berusia 32 tahun, yang dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi.
Baca Juga: Kemlu Minta WNI di Arab Saudi Batasi Perjalanan
Menyusul insiden tersebut, Kemlu mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi agar meningkatkan kewaspadaan. WNI diminta menjauhi lokasi yang berpotensi rawan, terutama di sekitar Bandara Internasional King Khalid, mengurangi perjalanan yang tidak mendesak, serta mengikuti instruksi otoritas setempat.
WNI yang memiliki rencana perjalanan dari maupun menuju Arab Saudi juga diminta memeriksa kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing. Selain itu, mereka diimbau mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.
KBRI Riyadh terus menjalin komunikasi dengan otoritas setempat dan memantau perkembangan situasi, termasuk melalui sejumlah rumah sakit di Riyadh dan wilayah sekitarnya, untuk memastikan kondisi warga negara Indonesia.
Sementara itu, KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah tetap menjalankan pelayanan kekonsuleran serta pelindungan bagi WNI. Masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 atau hotline KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.
Dalam beberapa hari terakhir, milisi Houthi melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Arab Saudi. Sejumlah fasilitas strategis dilaporkan menjadi sasaran, termasuk Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Arsip - Asap tebal naik di dekat Bandara Internasional King Khalid di timur laut Riyadh, Arab Saudi (Antara)