Ntvnews.id, Riyadh - Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di empat wilayah bagian barat negara tersebut, termasuk Mekkah, Jumat, 23 Oktober 2026. Namun, peringatan itu dibatalkan beberapa menit setelah diumumkan tanpa disertai penjelasan mengenai penyebabnya.
Dilansir dari AFP, Minggu, 25 Oktober 2026, peringatan tersebut juga berlaku untuk Jeddah, kota pesisir Laut Merah, Taif yang terletak di dekat Makkah, serta Yanbu yang dikenal sebagai kawasan industri minyak di pesisir.
Melalui pengumuman tersebut, Badan Pertahanan Sipil meminta masyarakat segera mencari perlindungan di lokasi aman terdekat.
"Segera menuju tempat aman terdekat," demikian instruksi badan tersebut kepada masyarakat.
Selain itu, otoritas kembali mengingatkan warga agar tidak menyebarluaskan foto maupun informasi mengenai operasi penanggulangan rudal dan drone. Larangan tersebut disebut memiliki dasar hukum yang berlaku di Arab Saudi.
Hingga peringatan dicabut, belum ada penjelasan resmi mengenai ancaman yang melatarbelakangi pengumuman tersebut. Laporan AFP juga tidak menyebutkan adanya objek atau kejadian spesifik yang menjadi pemicu peringatan.
Baca Juga: Arab Saudi Cegat dan Hancurkan Rudal Jelajah di Wilayah Madinah
Peringatan keamanan itu muncul ketika Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir menghadapi serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran. Situasi tersebut berlangsung di tengah kembali meningkatnya konflik bersenjata di negara itu.
Kelompok Houthi selama ini berperang melawan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi dan diakui secara internasional. Dalam sejumlah aksinya, kelompok tersebut dilaporkan menyasar infrastruktur minyak dan fasilitas bandara di wilayah Arab Saudi.
Serangan terhadap Bandara Riyadh pada awal Oktober dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Arab Saudi sendiri memimpin koalisi militer yang mulai terlibat langsung dalam konflik Yaman pada 2015. Perang berkepanjangan tersebut telah menghancurkan berbagai wilayah dan menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia.
Ketegangan sempat menurun setelah kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada 2022. Namun, konflik kembali meningkat pada Juli ketika gejolak yang lebih luas di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi situasi keamanan Yaman.
Peringatan di Makkah, Jeddah, Taif, dan Yanbu menambah perhatian terhadap kondisi keamanan Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa pengumuman peringatan tersebut berkaitan langsung dengan serangan kelompok Houthi.
Bendera Arab Saudi (Arab News)