Ntvnews.id, Jakarta - Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) periode 2004–2009, meninggal dunia pada Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 21.30 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jakarta pada usia 82 tahun setelah mengalami sakit.
Selain pernah memimpin Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Widodo juga tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2010–2014.
Dalam perjalanan kariernya di pemerintahan, Widodo sempat mengemban tugas sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2 April hingga 29 Agustus 2007. Ia juga pernah menjabat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 1–20 Oktober 2009.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, jenazah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Gading Raya 1 Blok D Nomor 14, RT 007/RW 05, Kompleks TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Adapun jadwal pemakaman akan diinformasikan lebih lanjut.
Widodo lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Surakarta sebelum menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Laut pada 1968.
Baca Juga: Jenderal Maruli Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Termanu dan Kapsali
Karier militernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), sebelum akhirnya menduduki posisi Panglima TNI.
Pada 1999, Presiden BJ Habibie menunjuk Widodo sebagai Wakil Panglima ABRI. Selanjutnya, pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, ia menjabat Panglima TNI untuk periode 1999–2002.
Widodo mencatatkan sejarah sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut. Ia juga menjadi panglima pertama sejak 1962 yang berasal dari luar Angkatan Darat.
Sepanjang pengabdiannya, Widodo menerima berbagai tanda kehormatan. Salah satunya adalah Bintang Mahaputera Adipradana yang dianugerahkan pada 13 Agustus 1999. Pada 2000, ia turut memperoleh sejumlah penghargaan militer dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Kepergian Widodo mengakhiri perjalanan panjang seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut yang telah mengemban berbagai jabatan penting, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan Indonesia.
Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto (Istimewa)