Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pria berinisial MF (24) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbungkus kain hitam di kamar indekosnya di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kakak korban, Fani, mengatakan bahwa dirinya dan keluarga masih sempat berkomunikasi dengan MF melalui telepon seluler pada Selasa, 6 Oktober 2026. Namun, dua hari berselang, korban yang berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, dan belum lama lulus kuliah itu tidak lagi dapat dihubungi.
"Ibu saya hari Rabu dan Kamis itu mencoba komunikasi sama adik saya, tapi enggak bisa dihubungi," ujar Fani saat dikonfirmasi, Minggu, 11 Oktober 2026.
Saat kejadian, Fani sedang berada di luar negeri. Karena khawatir dengan kondisi adiknya, ia kemudian memesan layanan ojek daring pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026, untuk memeriksa keadaan MF di kamar indekosnya.
Setibanya di lokasi, pengemudi ojek daring berinisiatif melakukan panggilan video untuk melaporkan kondisi korban. Pengemudi tersebut juga meminta izin kepada Nila, penjaga indekos, untuk memeriksa kamar MF.
"Ojol ini minta ijin ke Bu Nila (penjaga kos) untuk ke kamar karena ingin mengecek kondisi, sesampai di depan kamar kos itu dipanggil dan diketuk pintu tapi tidak ada jawaban. Posisi pintu terkunci dari dalam," ungkapnya.
Baca Juga: Warga Cisauk Digegerkan Penemuan Mayat Pria Misterius
Menurut Fani, penjaga indekos sempat mengambil kunci cadangan untuk membuka pintu. Namun, pintu tidak dapat dibuka karena kunci dari dalam kamar masih tersangkut pada lubang kunci.
Penjaga indekos kemudian meminta izin kepada pemilik tempat kos untuk mendobrak pintu agar dapat memeriksa kondisi korban.
"Setelah dibuka, kondisi kamar gelap karena token listrik juga habis. Di kasur ada tubuh, tertutup selimut. Jadi selimut itu membungkus adik saya sangat ketat dari ujung kepala sampai kaki. Posisi tubuh telentang. Tidak bergerak," jelasnya.
Fani mengatakan, orang-orang yang berada di sekitar lokasi tidak berani menyentuh tubuh korban. Penjaga indekos kemudian memanggil pengurus RT setempat.
Berdasarkan keterangan yang diterima Fani, di dekat tubuh korban terdapat telepon seluler yang sedang diisi daya serta dua botol cairan yang disebut berkaitan dengan kloroform, lem akrilik, dan cairan untuk bahan kulit.
"Kalau kesaksian penjaga kos, hari Rabu sore itu dia masih papasan dengan adik saya. Ada beberapa paket di sore itu, tapi penjaga kos ini enggak mendengar suara keributan apapun selama rabu malam," jelasnya.
Fani menambahkan bahwa penjaga indekos tidak dapat mengakses rekaman CCTV karena telah diambil oleh pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti dalam penyelidikan.
Baca Juga: VIDEO: Geger Penemuan Mayat Pria dalam Rumah Mewah di Warakas
Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, penyebab kematian MF masih belum diketahui secara pasti. Kondisi tubuh korban yang ditemukan terbungkus selimut dengan rapat menambah pertanyaan mengenai peristiwa tersebut.
"Hasil sementara dari kepolisian tidak ada tanda-tanda kekerasan, tubuh adik saya sudah membengkak dan sulit diidentifikasi, tubuh ditemukan dalam balutan selimut hitam tidak mengenakan pakaian. Hanya mengenakan smart watch. Wajah ditutup dua lapis masker, dan dua handuk yang menutupi mulut dan hidung," tandasnya.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Petugas gabungan Polsek Cianjur, Jawa Barat melakukan evakuasi jasad seorang pria yang ditemukan di saluran irigasi di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur (Antara)