Viral Penumpang Pesawat Menangis 3 Jam Gegara Tak Bisa Duduk di Samping Suami

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Okt 2026, 10:02
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
ilustrasi pesawat. ilustrasi pesawat. (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang penumpang pesawat menjadi sorotan setelah menangis selama sekitar tiga jam lantaran permintaannya untuk bertukar tempat duduk ditolak. Perempuan itu ingin duduk di samping suaminya selama penerbangan yang berlangsung selama 10 jam.

Kisah tersebut dibagikan oleh travel blogger Tomiko Harvey, yang berada dalam penerbangan yang sama. Harvey mengungkapkan bahwa perempuan itu sempat memintanya menukar kursi lorong miliknya agar bisa duduk bersama sang suami.

Namun, Harvey menolak permintaan tersebut karena ia harus berpindah ke kursi tengah jika menyetujuinya.

Penolakan itu membuat perempuan tersebut terus menangis selama penerbangan. Ia mengaku sangat merindukan suaminya, meskipun pria itu hanya duduk dua baris di depannya. Sang suami berada di kursi tengah, mengenakan headphone, dan bahkan tertidur selama perjalanan.

"Akhirnya saya bertanya apakah ada seseorang yang meninggal, karena siapa yang menangis selama tiga jam?" tulis Harvey di Instagram, seperti dikutip dari New York Post, Minggu, 25 Oktober 2026.

Harvey mengatakan perempuan itu menjelaskan bahwa tidak ada anggota keluarga yang meninggal. Ia menangis karena merindukan suaminya dan ingin bersandar di bahu pria tersebut.

Baca Juga: Dugaan Pembajakan Pesawat, Jerman Tutup Bandara dan Kerahkan Jet Tempur

Saat kejadian itu berlangsung, Harvey sedang menjalani penerbangan lanjutan dari Istanbul menuju Washington DC. Ia baru saja mengunjungi Kazakhstan setelah ayahnya meninggal dunia.

Ketika pesawat tiba di tujuan, Harvey sempat melontarkan sindiran kepada perempuan tersebut dengan mengatakan, "Selamat telah bertahan 10 jam tanpa suamimu".

Pengalaman itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memperoleh lebih dari 90 ribu tanda suka. Banyak warganet mendukung keputusan Harvey yang tidak bersedia menukar kursinya.

"Tidak bisa bertahan 10 jam tanpa suami, tapi juga tidak mau membayar untuk duduk bersama," tulis seorang warganet dalam kolom komentar.

Sejumlah pengguna media sosial lainnya menanggapi kejadian tersebut dengan candaan. Mereka berspekulasi bahwa sang suami justru menikmati penerbangan karena dapat tidur dengan tenang tanpa gangguan dari istrinya.

Meski demikian, ada pula warganet yang menilai Harvey seharusnya bisa menunjukkan sikap lebih baik kepada penumpang tersebut. Namun, mayoritas komentar tetap menegaskan bahwa penumpang tidak memiliki kewajiban untuk menyetujui permintaan bertukar kursi.

Harvey juga mempertanyakan kebiasaan sebagian penumpang yang meminta orang asing bertukar tempat duduk, terutama dalam penerbangan jarak jauh. Menurutnya, pasangan yang ingin duduk berdampingan sebaiknya memesan kursi bersebelahan sejak awal sehingga tidak perlu meminta penumpang lain mengalah.

x|close