Korban Konflik Yaman Versi WHO: 1.574 Tewas, 6.939 Luka-Luka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 11:40
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ilustrasi - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setidaknya sebanyak 1.574 orang dilaporkan tewas dan 6.939 lainnya mengalami luka-luka di Yaman, menyusul lonjakan eskalasi militer yang kembali memanas sejak bulan Agustus lalu.

Berdasarkan laporan yang dilansir oleh kantor berita Turki, Anadolu, badan kesehatan di bawah naungan PBB tersebut mencatat total kumulatif sebanyak 8.513 korban jiwa dan luka sejak awal Agustus hingga peride pencatatan per 19 Oktober 2026. Kendati demikian, pihak WHO belum memberikan rincian lebih mendalam mengenai status para korban, apakah mereka dari kalangan warga sipil, personel militer, atau gabungan dari keduanya.

Dalam data terbarunya, WHO mencatat adanya penambahan korban sebanyak 292 orang meninggal dunia dan 1.048 orang mengalami luka-luka yang terjadi hanya dalam kurun waktu laporan delapan hari terakhir. Sebagai perbandingan, pada Kamis pekan sebelumnya, WHO sempat merilis data korban jiwa sebanyak 1.282 orang dengan 5.891 orang terluka sejak eskalasi pecah pada 6 Agustus.
 

Konflik berkepanjangan di Yaman sendiri telah berlangsung sejak tahun 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi berhasil merebut kendali atas ibu kota Sanaa serta sejumlah provinsi lainnya. Situasi tersebut kemudian memicu intervensi militer dari koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 guna mendukung pemerintahan resmi Yaman yang diakui secara internasional.

Hingga saat ini, peta kekuatan di Yaman terbagi di mana kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah di bagian utara dan barat. Sementara itu, kubu pasukan pemerintah beserta para sekutunya memegang kendali atas kota Aden serta mayoritas kawasan di wilayah selatan dan timur negara tersebut.
 
(Sumber: Antara)
 

TERKINI

Load More
x|close