Ntvnews.id, Jakarta - Gempa bumi bermagnitudo 7,0 mengguncang wilayah otonomi Tibet, China pada Kamis, 22 Oktober. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan korban jiwa dan dampak kerusakan yang meluas.
Menurut data USGS, gempa terjadi pada pukul 22.33 waktu setempat atau 21.33 WIB, dengan pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Lokasinya diperkirakan berjarak 183 kilometer dari Nagqu, kota di bagian utara wilayah yang secara resmi dikenal sebagai Xizang.
USGS menetapkan peringatan kuning untuk potensi korban jiwa, yang menunjukkan kemungkinan adanya korban meninggal. Lembaga itu juga mengeluarkan peringatan oranye terkait dampak ekonomi, yang mengindikasikan risiko kerusakan signifikan.
Meski demikian, USGS memperkirakan potensi kerugian ekonomi berada di bawah satu persen dari produk domestik bruto (PDB) Cina.
"Peristiwa gempa sebelumnya dengan tingkat peringatan ini memerlukan respons di tingkat regional atau nasional," kata USGS sebagaimana dikutip dalam keterangannya pada Kamis, 22 Oktober.
Hingga laporan awal tersebut disampaikan, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa. USGS mengingatkan bahwa sebagian penduduk di wilayah terdampak tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan.
Baca Juga: Gempa Daratan M5,2 Guncang Lebong Bengkulu
Sementara itu, otoritas Cina dilaporkan mengaktifkan respons darurat Level II, menurut kantor berita Xinhua. Langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan darurat pemerintah terhadap kejadian gempa yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius.
Tibet sebelumnya juga menghadapi bencana banjir bandang yang dipicu longsoran es dan batu dari kawasan Gunung Langtang Lirung di Nepal pada Agustus. Bencana ini dilaporkan menimbulkan korban di kedua sisi perbatasan.
Dalam laporan terkait bencana sebelumnya itu, korban meninggal di wilayah Cina tercatat sebanyak 43 orang, sementara 519 lainnya dilaporkan hilang. Angka ini merupakan bagian dari laporan bencana terdahulu dan bukan data korban akibat gempa terbaru.
Baca Juga: Thailand Tanggapi Travel Warning China soal Penculikan Turis
(Sumber: Antara)
Ilustrasi gempa bumi (ANTARA)