Ntvnews.id, Jakarta - Tiga orang pemancing mengalami kecelakaan laut setelah perahu kayu yang mereka tumpangi terbalik dihantam ombak besar di Perairan Pulau Tempurung, Kota Cilegon, Banten, Senin (26/10/2026) sore. Dalam insiden tersebut, dua orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang berhasil selamat.
Koordinator Pos SAR Merak, Warsito, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan laut dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak pada pukul 15.18 WIB. Informasi awal menyebutkan adanya orang yang terombang-ambing di laut dan telah diselamatkan oleh kapal motor penumpang (KMP) SMS Sagita yang sedang berlayar dari Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak.
Tidak lama berselang, SAR Merak juga menerima informasi dari TNI AL dan Polair mengenai dua korban meninggal dunia yang telah dievakuasi oleh nelayan ke Pantai Mabak.
Kedua korban meninggal dunia diketahui bernama Afendi, warga Unyur, Kota Serang, dan Sugiarto. Jenazah keduanya kemudian dibawa ke RSUD Kota Cilegon.
Sementara itu, satu korban selamat bernama Ujang Sutisna (34), warga Penauan, Kecamatan Ciwandan. Setelah berhasil diselamatkan, Ujang dibawa ke Puskesmas Pulomerak untuk mendapatkan perawatan medis.
Perahu Terbalik Saat Memutari Pulau Tempurung
Warsito menjelaskan, ketiga pemancing tersebut sebelumnya berangkat menggunakan perahu kayu dari kawasan Tanjung Peni menuju Perairan Pulau Tempurung. Namun, ketika sedang memutari pulau, perahu mereka tiba-tiba dihantam ombak besar hingga terbalik.
“Jadi mereka pada saat memutari Pulau Tempurung, tiba-tiba ada ombak besar, terus perahunya terbalik,” kata Warsito.
Saat kejadian, Ujang diketahui menggunakan jaket pelampung atau life jacket. Sementara itu, dua rekannya berusaha bertahan di laut dengan bantuan galon yang digunakan sebagai alat apung.
Ketiganya sempat bertahan di tengah laut dan masih dapat berkomunikasi selama sekitar satu jam setelah perahu terbalik. Namun, kondisi kembali memburuk ketika ombak besar datang lagi.
Gelombang tersebut membuat ketiganya terbawa arus dan terpisah. Ujang bertahan menggunakan jaket pelampung, sedangkan dua rekannya mengapung dengan bantuan satu galon.
“Satu jam masih berkomunikasi, setelah itu ombak datang lagi. Mereka terbawa dan terpisah,” ujar Warsito.
Korban Selamat Mendapat Perawatan Medis
Hingga informasi ini disampaikan, Ujang Sutisna masih berada di Puskesmas Pulomerak untuk menjalani perawatan medis setelah berhasil diselamatkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang melakukan aktivitas melaut untuk memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta memastikan ketersediaan alat keselamatan yang memadai sebelum berangkat.
Terlebih, Perairan Pulau Tempurung berada di jalur pelayaran Merak–Bakauheni yang dilintasi kapal-kapal penyeberangan. Penggunaan jaket pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya menjadi hal penting untuk mengurangi risiko saat terjadi keadaan darurat di laut.
Baca Juga: DPR Minta RUU Perampasan Aset Tak jadi Alat Kriminalisasi
garis polisi (dokumen)