Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi di Malang pada Desember 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 23:41
thumbnail-author
April
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberi keterangan ketika dijumpai di sela-sela Kongres PIKI, Jakarta, Kamis (30/4/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberi keterangan ketika dijumpai di sela-sela Kongres PIKI, Jakarta, Kamis (30/4/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersiap menggelar akad massal 71.000 unit rumah subsidi pada Desember 2026 mendatang. Rencananya, puncak kegiatan serentak ini akan dipusatkan di Malang, Jawa Timur.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan untuk menyampaikan undangan secara langsung agar berkenan membuka dan menghadiri agenda tersebut.

"Saya akan mengundang beliau untuk bulan Desember, nanti waktunya kita menyesuaikan. Sesudah kita akad rumah, itu kan sudah tiga kali ya," ujar Maruarar, ke awak media, 26 Oktober 2026.

Baca Juga: Maruarar Sirait: Negara Tak Boleh Kalah Hadapi Pihak Ketiga yang Kuasai Tanah secara Ilegal

Maruarar memastikan bahwa seluruh persiapan teknis di lapangan terus dimatangkan. Sebanyak 71.000 rumah subsidi ini nantinya akan diakadkan secara serentak menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, dengan Kabupaten Malang dipilih sebagai titik kegiatan utama.

Pelaksanaan akad massal ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang secara konsisten telah digelar pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan Kementerian PKP, kegiatan ini akan menjadi yang terbesar dibandingkan pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya.

Rangkaian akad massal rumah subsidi ini dimulai pada September 2025 dengan pelaksanaan akad 26.000 unit di Bogor, Jawa Barat. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan pada Desember 2025 dengan akad 50.000 unit rumah subsidi di Serang, Banten.

Terakhir, sekitar empat bulan lalu, pemerintah kembali meresmikan akad 62.000 unit rumah subsidi dengan skema FLPP yang dipusatkan di Batang, Jawa Tengah. Dengan target 71.000 unit pada akhir tahun ini, pemerintah mencatatkan peningkatan volume penyaluran secara bertahap demi mempercepat kepemilikan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Untuk bulan Desember di Malang, untuk 71.000 rumah yang diakadkan sekaligus di seluruh Indonesia, tapi titiknya ada di Malang," pungkas Maruarar.

x|close